Tanahdatar, – Sebanyak 30 siswa TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Lima Kaum melakukan kunjungan edukasi ke Istano Basa Pagaruyung, Tanah Datar, Rabu (27/8)
Kegiatan ini bertujuan mengenalkan sejak dini sejarah, budaya, dan warisan adat Minangkabau kepada anak-anak.
Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua Aisyiyah Tanah Datar Hj. Rusyda Rusli M.Pd, Ketua Aisyiyah Lima Kaum Ulfah Hanum, SE, Kepala TK Dewi, serta para guru pendamping. Kehadiran jajaran Aisyiyah ini semakin menambah semangat dan motivasi anak-anak dalam mengikuti kegiatan belajar di luar kelas.
Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal Lima Kaum, Dewi, menyampaikan terima kasih atas dukungan pengurus Aisyiyah dan orang tua yang telah memberikan kesempatan anak-anak mengikuti outing class ini. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar jalan-jalan, tetapi juga sarana pendidikan yang membekas di hati mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kunjungan ini diharapkan anak-anak lebih mengenal identitas budaya Minangkabau dan belajar untuk mencintai peninggalan leluhur. “Kami ingin anak-anak bangga dengan tanah kelahirannya, sehingga kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang menjaga budaya sekaligus terbuka dengan ilmu pengetahuan,”
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran luar kelas (outing class). “Kami ingin anak-anak mengenal budaya dan sejarah sejak dini, sehingga tumbuh rasa bangga terhadap warisan leluhur,”
Wakil Ketua Aisyiyah Tanah Datar Hj. Rusyda Rusli M.Pd, menyebut kunjungan ini sebagai sebuah proses berharga bagi anak didik. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas dapat memberikan pengalaman langsung yang akan lebih mudah diingat oleh anak-anak.
“Dengan melihat dan merasakan langsung, anak-anak tidak hanya belajar lewat teori, tapi juga mengalami sendiri. Ini adalah proses berharga yang akan membentuk karakter mereka di masa depan,”
Hj. Rusyida juga menekankan bahwa Aisyiyah selalu berkomitmen mendukung kegiatan pendidikan yang kreatif dan menyenangkan.
Menurutnya, kunjungan ke tempat bersejarah seperti Istano Basa Pagaruyung bukan hanya mengenalkan budaya, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan, cinta tanah kelahiran, dan rasa syukur sejak usia dini.
Ketua Aisyiyah Lima Kaum, Ulfah Hanum, SE, juga memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menyebut outing class ke Istano Pagaruyung menjadi langkah tepat dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan berbasis budaya. “Kita berharap pengalaman ini akan membekas dalam ingatan anak-anak, sehingga mereka tumbuh dengan rasa cinta terhadap budaya dan sejarah Minangkabau,” ujarnya.
Ulfah Hanum juga menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan terus didorong untuk menjadi program rutin di TK Aisyiyah. Menurutnya, pendidikan anak usia dini perlu dirancang dengan metode yang menyenangkan, sekaligus mengandung nilai pembentukan karakter. “Dengan cara ini anak-anak belajar tanpa merasa terbebani, tetapi tetap mendapat bekal yang berarti,” tambahnya.
Ia berharap dukungan penuh dari orang tua, masyarakat, dan pemerintah daerah agar kegiatan edukatif berbasis budaya dapat terus berlanjut. “Kerjasama semua pihak akan membuat anak-anak kita tumbuh lebih percaya diri, berakhlak mulia, dan bangga sebagai bagian dari masyarakat Minangkabau,”
Para siswa tampak antusias ketika diajak berkeliling melihat keindahan arsitektur rumah gadang kebanggaan masyarakat Minangkabau.
Mereka juga mendengarkan penjelasan mengenai sejarah dan adat istiadat Minangkabau, serta berfoto dengan pakaian adat di halaman istano.
Dalam kunjungan itu, para siswa juga mendapat pencerahan dari mahasiswa UIN Batusangkar yang sedang magang di Istano Basa Pagaruyung, Hanifa, didampingi Yose, serta arahan langsung dari pemandu istano. Dengan bahasa yang sederhana dan ramah, mereka menjelaskan kepada anak-anak tentang fungsi-fungsi ruangan dalam rumah gadang, simbol-simbol adat Minangkabau, serta nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.(mdtk)