Tanah Datar – Satu unit rumah dan 13 kamar kos milik Rika Wahyuni di Cimonai Kubu Rajo Nagari Kaum hangus dilalap Api senin (8/9)
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, musibah ini menyebabkan tiga kepala keluarga (KK) serta sebelas penghuni kos kehilangan tempat tinggal dan kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,5 Milyar
Kepala Satpol PP dan Damkar Tanah Datar melalui Kasi Pemadaman dan Penyelamatan, Dendi Rendoni, menyebutkan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 11.00 WIB dan api berhasil dikuasai pukul 13.30 WIB.
Untuk memadamkan api, Damkar mengerahkan tiga unit armada dari Mako Tanah Datar, Batipuh, dan Salimpauang, ditambah personel gabungan dari Polri, TNI, PLN, dan BPBD. Kerugian material akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar dengan seluruh bangunan mengalami rusak berat.
Selain itu, turut hadir personel tambahan, di antaranya M Dayat Hidayatullah, Abd Aziz, Diki Fajar FF, Doni Syaputra, Akbar Kurnia, Angga Kurniawan, dan Dora. Unsur lintas sektor juga berada di lokasi, masing-masing empat orang dari Polri, empat dari TNI, tiga dari PLN, dan empat dari BPBD.
“Berkat kerja keras petugas, api tidak merembet ke rumah warga lainnya meski sebagian besar bangunan kos ludes terbakar, sedangkan asal api masih dalam penyeli
Seorang mahasiswa UIN yang menjadi penghuni kos mengaku sangat terkejut saat mengetahui kamarnya ikut terbakar. “Saya masih di kampus ketika dapat kabar, rasanya tidak percaya kos kami habis dilalap api,”
Mahasiswa tersebut menuturkan, hampir semua barang-barang pribadinya ludes pakaian, dan dokumen penting tidak sempat diselamatkan. Yang tersisa hanya tas kecil yang kebetulan saya bawa ke kampus,” katanya dengan wajah murung.
Ia juga menyampaikan rasa syukur karena tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. “Walaupun kehilangan banyak, yang paling penting semua penghuni selamat. Harapan saya ada bantuan dari pemerintah atau kampus agar kami bisa bertahan sementara waktu,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Yuli yang akrab dipanggil Kacak yang menjadi saksi pertama kali melihat kobaran api. Ia mengaku panik ketika melihat asap tebal dan api mulai membesar di depan rumahnya. “Saya langsung lari keluar dan menelpon pihak Damkar, karena api cepat sekali membesar,” katanya.
Yuli menambahkan, warga sekitar berusaha membantu dengan peralatan seadanya sebelum mobil pemadam datang. Namun api terlalu besar dan sulit dikendalikan. “Kami hanya bisa menyelamatkan barang-barang kecil yang sempat dijangkau. Untung Damkar cepat datang, kalau tidak mungkin rumah di sebelah juga ikut habis,” ujarnya lagi dengan nada lega.
Wali Nagari Lima Kaum, Fadhli Tarmizi SH, menyampaikan rasa prihatinnya atas musibah tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah nagari akan berkoordinasi dengan BPBD dan pihak terkait untuk menyalurkan bantuan darurat.
Fadhli juga mengajak masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran serta meningkatkan semangat gotong royong dalam membantu korban. (Mdtk)
–