Payakumbuh,–Gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Syaifullah tutup Intangible Cultural Heritage Festival (ICHF) atau Festival Warisan Budaya Takbenda yang telah berlangsung sejak 12 Oktober 2023 lalu di Kota Payakumbuh.
Penutupan ICHF 2023 Pj. Wali Kota Payakumbuh yang diwakili Staf Ahli Pemko Payakumbuh, Elfi Jaya, Kurator ICHF Donny Eros, Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV Riau, dan Wilayah XIV Kalimatan Timur.
Penutupan festival ditandai dengan serangkaian atraksi seni dan budaya hingga penyerahan cenderamata oleh Gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Syaifullah, kepada para delegasi dari berbagai negara serta pihak-pihak yang telah mensukseskan festival tersebut di Agamjua Art & Culture, Kota Payakumbuh.
Kepala Dinas Kebudayaan Syaifullah mengapresiasi kepada semua pihak yang telah mensukseskan kegiatan yang baru pertamakalinya digelar tersebut. Khususnya kepada Ketua DPRD Sumbar sebagai inisiator.
“Alhamdulillah, ini yang pertama diadakan bertepatan dengan ICH ke-20. Dengan festival ini kita telah melakukan langkah pelestarian warisan budaya takbenda kita. Sumbar memiliki 96 warisan budaya takbenda yang semuanya harus kita lestarikan dan aktivasi diantaranya melalui festival ini,
Syaifullah juga mengajak segenap masyarakat untuk tetap melestarikan warisan-warisan budaya yang telah diciptakan dan diwarisi oleh para leluhur.
“Jangan kita lupakan warisan budaya takbenda kita. Dengan warisan ini terbukti kita bisa membangun ekonomi masyarakat kita. Selama festival berlangsung, sedikitnya 40 homestay penuh, kuliner dan oleh-oleh diserbu pembeli peserta dari berbagai negara dan provinsi lain yang hadir selama sepekan di Payakumbuh,”.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Sumbar, Undri mengapresiasi ICHF 2023 sebagai langkah membangkitkan deposit budaya di daerah, membangkitkan marwah identitas suatu negara dan diplomasi budaya.
“Deposit kekayaan tambang budaya takkan pernah habis, semakin digali semakin terbaharui. Saya berharap kedepan aktifitas budaya harus terintegrasi dengan kebijakan dan kegiatan ini terus dilakukan,” harap Undri.
Acara penutupan festival dimeriahkan penampilan beberapa atraksi seni dan budaya dari berbagai daerah dan negara yang telah mendapat pengakuan warisan budaya takbenda dari Unesco. Diantaranya aksi silek tuo, musik Sape yang menghanyutkan dari Kalimantan Timur, Tari Dulang dari Kota Payakumbuah dan beladiri Kalaripayatu dari India. (M.akmal)