Elly Warti Maliki Terima Rangkayo Minang Award 2025, Diapresiasi atas Dedikasinya dalam Pendidikan Anak Pekerja Migran

Elly Warti Maliki Terima Rangkayo Minang Award 2025, Diapresiasi atas Dedikasinya dalam Pendidikan Anak Pekerja Migran

Jakarta, — Elly Warti Maliki (66), tokoh perempuan Minangkabau dan pendiri Sekolah Islam Internasional Indonesia (Indonesian Islamic International School/IIIS) di Jeddah, Arab Saudi, menerima Rangkayo Minang Award 2025, sebuah penghargaan dari Perkumpulan Rangkayo Minang Indonesia atas dedikasinya dalam dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak pekerja migran Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Anugerah Perempuan Minang Inspiratif 2025 di Hotel Borobudur  Jakarta. Acara ini dihadiri ratusan tokoh perempuan Minang dari berbagai daerah serta diaspora Minangkabau dari luar negeri.

Ketua Perkumpulan Rangkayo Minang Indonesia, Dr. Susilawati Sofyan, M.M, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap perempuan Minang yang telah berkontribusi dalam pelestarian adat, ekonomi, dan budaya berdasarkan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dan sistem matrilineal.

“Rangkayo Minang Award juga didedikasikan bagi pejuang perempuan asal Minang yang telah menunjukkan kreasi dan kreativitasnya di pentas lokal, nasional, dan internasional, serta menjunjung tinggi marwah budaya Minang di tengah perkembangan zaman,”

Salah satu tokoh yang dinilai layak menerima penghargaan ini adalah Elly Warti Maliki. “Martabat manusia ditingkatkan melalui pendidikan,” demikian keyakinan yang selalu dipegangnya. Keyakinan itu mendorong Elly untuk mendirikan IIIS di Jeddah, Arab Saudi, sebagai lembaga pendidikan formal bagi anak-anak pekerja migran Indonesia yang selama ini terabaikan hak pendidikannya.

Di Jeddah, Elly aktif berkumpul dengan diaspora Indonesia—mayoritas bekerja di sektor informal. Banyak di antaranya adalah pasangan suami istri yang menetap dan memiliki anak di Arab Saudi. Elly terkejut ketika mengetahui bahwa sebagian besar anak-anak para pekerja migran ini tidak bersekolah karena berbagai keterbatasan, termasuk masalah administratif.

Melihat kenyataan itu, Elly terdorong untuk bertindak. Melalui IIIS, ia memastikan anak-anak Indonesia di rantau tetap memperoleh pendidikan Islam yang bermutu, yang memadukan kurikulum nasional, nilai-nilai keislaman, serta wawasan global. Sekolah ini kini menjadi rumah belajar sekaligus penjaga jati diri anak-anak bangsa di luar negeri.

“Pendidikan bukan hanya soal angka dan ijazah. Ia adalah hak dasar, dan juga harga diri. Melalui pendidikan, martabat seorang anak manusia terangkat,” ujar Elly penuh haru saat menerima penghargaan.

Selain Elly, Rangkayo Minang Award 2025 juga diberikan kepada sejumlah perempuan Minang lain yang dinilai berjasa dalam bidang bisnis, sosial, dan pelestarian budaya Minangkabau. Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap perempuan Minang yang tak hanya menjaga tradisi, tapi juga memberi dampak nyata bagi kemajuan bangsa.(mdtk)