Tanahdatar —Sebanyak 253 jemaah dari Kabupaten Tanah Datar berangkat menuju Kota Baru, Lampung untuk mengikuti Ijtimak Umat Islam Sedunia pada tanggal 28, 29, dan 30 Desember.
Rombongan berangkat bersama di Muka Lapangan Cindua Mato dengan menggunakan 9 mobil, termasuk 2 mobil yang dibantu penuh oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, yang telah disiapkan BBM penuh, SPPD sopir, dan dana operasional sebesar 5 juta rupiah
Keberangkatan dipimpin oleh Ustad Khairil Anwar, S.Ag., M.A., Ketua Dewan Masjid Tanah Datar, yang didampingi para ulama dan tokoh masyarakat, termasuk H. Hendri Hadi Nurma selaku Koordinator Ulama, Ketua Tahfiz Tanah Datar, Ustad Auliya Reflis, Sutan Tunaro, dan Feri Idrus Hakimi Dt. Rajo Lelo.
Sebelum berangkat Ustad Khairil Anwar mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga disiplin, kekompakan, dan akhlak selama perjalanan dan kegiatan.
Ia juga menekankan kepada para sopir agar mengemudikan kendaraan dengan hati-hati, memperhatikan jemaah lansia, serta menyesuaikan waktu perjalanan dengan salat, istirahat, dan makan rombongan.
“Dengan disiplin dan kebersamaan, insyaAllah perjalanan kita diberkahi dan membawa manfaat ketika kembali ke Tanah Datar,” ujarnya.
Koordinator Ulama H. Hendri Hadi Nurma menyampaikan bahwa selain dukungan Pemda, keberangkatan jemaah juga mendapat bantuan dari donatur serta kerja keras panitia yang dikoodinator Pak Yunus, Yusuf, dan anggota panitia lainnya.
Kemudian meminta jemaah harus menjaga nama baik Tanah Datar, menghormati peserta lain, dan memanfaatkan kesempatan di Ijtimak untuk belajar dari pengalaman umat Islam dari berbagai negara.
“Kami berharap semua jemaah disiplin, saling menghormati, dan kembali membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya tegas.
Keikutsertaan jemaah Tanah Datar di Kota Baru, Lampung ini diharapkan memperkuat ukhuwah Islamiyah, memperluas jejaring dakwah, dan membawa manfaat nyata bagi perkembangan kehidupan keagamaan di Kabupaten Tanah Datar.
Kemudian seluruh jemaah melaksanakan doa bersama, memohon keselamatan bagi Tanah Datar yang sedang dilanda musibah, keselamatan seluruh peserta, dan kesejahteraan umat Islam sedunia.(mdtk)