Bekasi — Wartawan Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali, S.H., M.H., menyerahkan buku memoarnya berjudul “Memoar Mustafa: Wartawan, PNS, Dosen, Aktivis, dan Advokat” kepada Ketua Umum Himpunan Keluarga Batipuh (HKB) Jakarta, H. Zulfahmi (H. Sun).
Penyerahan buku tersebut berlangsung di rumah H. Zulfahmi di Perum Pondok Indah Jatisari, Jatisari, Bekasi, seusai Mustafa Akmal melakukan takziah atas meninggalnya cucu H. Zulfahmi.
Mustafa Akmal menyampaikan, pemberian buku memoar tersebut merupakan bagian dari silaturahmi. Sebagai sesama putra Batipuh, ia ingin berbagi catatan perjalanan dan pengalaman pengabdiannya melalui buku yang telah ditulis dan diterbitkannya.
“Sebagai putra Batipuh, saya ingin menyampaikan buku memoar ini kepada beliau. Semoga buku ini dapat menjadi catatan perjalanan dan pengalaman yang bermanfaat bagi generasi berikutnya,” ujar Mustafa Akmal.
Sementara itu, H. Zulfahmi (H. Sun) menyampaikan apresiasi atas terbitnya memoar tersebut. Ia mengaku mengenal sosok Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali tidak hanya sebagai wartawan, tetapi juga sebagai tokoh yang aktif mengembangkan seni dan budaya Batipuh, khususnya melalui Perguruan Silat Taduang Bangkeh Batipuh.
“Saya juga mengenal sosok Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali sebagai orang yang aktif mengembangkan Perguruan Silat Taduang Bangkeh Batipuh. Bahkan, rumah keluarga beliau dimanfaatkan secara khusus sebagai sasana tempat pelatihan bagi anak-anak Batipuh,” ungkap H. Zulfahmi.
Menurutnya, kiprah Mustafa Akmal dalam mengembangkan perguruan silat tersebut telah memberikan ruang bagi generasi muda untuk belajar, berlatih, sekaligus mengembangkan potensi mereka di bidang seni bela diri tradisional.
“Banyak prestasi yang telah diraih oleh perguruan yang beliau pimpin. Prestasinya tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga telah menembus tingkat nasional, bahkan sampai ke luar negeri, termasuk Malaysia,” tambahnya.
H. Zulfahmi juga mengapresiasi perjalanan Mustafa Akmal di berbagai bidang pengabdian.
“Sebagai wartawan, beliau aktif menulis berbagai kegiatan pembangunan dan kehidupan masyarakat. Beliau juga mampu menuangkan perjalanan pengabdiannya dalam bentuk memoar. Ini tentu patut diapresiasi karena pengalaman dan perjalanan hidup beliau dapat menjadi catatan serta pembelajaran bagi generasi berikutnya,” katanya.
H. Zulfahmi yang juga dikenal aktif mengembangkan usaha kuliner, turut sukses mengembangkan rumah makan di Malaysia Dan Bogor Pengalaman tersebut menjadi bagian dari kiprahnya dalam membangun jejaring dan kegiatan usaha di luar negeri.
Buku “Memoar Mustafa: Wartawan, PNS, Dosen, Aktivis, dan Advokat” mengisahkan perjalanan Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali dalam berbagai bidang, mulai dari dunia jurnalistik, aparatur sipil negara (PNS), dosen, aktivis, hingga profesi advokat.
Penyerahan buku memoar tersebut sekaligus menjadi momentum silaturahmi dan berbagi pengalaman, serta bentuk apresiasi terhadap perjalanan panjang pengabdian Mustafa Akmal di tengah masyarakat, termasuk kontribusinya dalam pembinaan generasi muda melalui seni bela diri tradisional.(Mdtk)