Tanah Datar, – Bupati Tanah Datar Eka Putra mengapresiasi kekompakan kepala sekolah, guru, komite, dan seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan program revitalisasi UPT SDN 04 Tanjung, Kecamatan Sungayang.
Meski prosesnya berlangsung di bawah kepemimpinan tiga kepala sekolah berbeda, pembangunan tersebut berhasil diselesaikan dengan baik.
Apresiasi itu disampaikan Eka Putra saat menghadiri Open House Revitalisasi Sekolah Dasar Tahun Anggaran 2026 di UPT SDN 04 Tanjung, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kepala daerah ke sekolah penerima program revitalisasi yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
“Walaupun kepala sekolah berganti, pembangunan tetap berjalan sampai selesai. Alhamdulillah, berkat kerja sama pihak sekolah dengan komite dan berbagai pihak, program ini dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Eka Putra.
Ia menyampaikan, Kabupaten Tanah Datar memperoleh bantuan revitalisasi untuk 129 sekolah. Bantuan tersebut menjadi dukungan penting dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, baik pada jenjang sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.
Atas dukungan tersebut, Eka Putra mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen. Ia berharap perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan di Tanah Datar terus berlanjut sehingga semakin banyak sekolah mendapatkan fasilitas belajar yang memadai.
Bupati juga mengingatkan kepala sekolah, guru, dan komite agar menjaga serta merawat fasilitas yang telah dibangun. Ia meminta sekolah mempersiapkan usulan kebutuhan sarana lainnya melalui program yang tersedia serta memastikan data pokok pendidikan (Dapodik) selalu diperbarui.
“Pembangunan fasilitas pendidikan bukan hanya memperbaiki fisik sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa serta memberikan ketenangan bagi orang tua,” katanya.
Selain peningkatan sarana fisik, Eka Putra turut menekankan pentingnya pengawasan dan pendampingan terhadap anak di tengah perkembangan teknologi digital. Ia mengajak pemerintah nagari, kecamatan, Forkopimcam, sekolah, komite, dan orang tua bekerja sama melindungi anak dari paparan konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.
Ia juga mendorong keberlanjutan program tahfiz Al-Qur’an di sekolah sebagai bagian dari pembentukan generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki karakter kuat.
Melalui program revitalisasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berharap kualitas sarana pendidikan semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik.
Kepala UPT SDN 04 Tanjung, Desi Asrianti, dalam laporannya menyampaikan bahwa sekolah tersebut memperoleh anggaran revitalisasi sebesar Rp1.003.555.885. Dana itu dimanfaatkan untuk merehabilitasi ruang kelas dan meningkatkan sejumlah fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.
Desi menjelaskan, revitalisasi berawal dari kerusakan bangunan sekolah akibat hujan deras pada akhir November 2025. Saat itu, atap salah satu ruang kelas roboh dan bagian plafonnya ambruk pada malam hari. Beruntung, kejadian tersebut tidak berlangsung ketika siswa sedang mengikuti pembelajaran.
Setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan mengikuti tahapan pengusulan bantuan, SDN 04 Tanjung akhirnya memperoleh program revitalisasi. Proses tersebut diperjuangkan sejak sekolah dipimpin Asmah, kemudian dilanjutkan pada masa Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekolah Mardalenis, hingga tahap penyelesaian di bawah kepemimpinan Desi Asrianti.
“Dalam proses pembangunan ini, ada tiga kepala sekolah yang terlibat pada tahapan berbeda. Ada yang memperjuangkan dan memulai prosesnya, ada yang melanjutkan ketika pembangunan berlangsung, dan saya mendapat bagian pada tahap akhir,” ungkap Desi.
Ia menyebutkan, pekerjaan revitalisasi mencakup rehabilitasi enam ruang kelas dengan anggaran Rp677.363.977, perbaikan ruang administrasi, serta dua ruang kantor yang berada di gedung atas dan gedung bawah. Selain itu, pembangunan juga mencakup ruang musala, toilet siswa di kedua gedung, rumah guru, dan fasilitas pendukung lainnya.
Sebelum revitalisasi, guru yang bertugas di gedung bawah harus menggunakan toilet di gedung atas. Kini, fasilitas tersebut telah tersedia di kedua gedung sehingga lebih memudahkan guru maupun siswa dalam menjalankan aktivitas di sekolah.
Menurut Desi, pembangunan mulai dilaksanakan pada 5 Mei 2026 setelah melalui tahapan pengukuran, perencanaan, dan menunggu petunjuk teknis. Seluruh pekerjaan berhasil diselesaikan pada awal September 2026, dengan waktu pengerjaan sekitar empat bulan.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Kemendikdasmen, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, komite sekolah, panitia pembangunan, serta semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Program revitalisasi ini sangat berarti bagi kami dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman dan aman,” ujarnya.
Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumatera Barat yang diwakili Ketua Tim Kerja SMA BBPMP Sumatera Barat, Widyaprada Ahli Madya Iryasman, menjelaskan bahwa program revitalisasi merupakan bagian dari upaya pemenuhan Standar Nasional Pendidikan, khususnya standar sarana dan prasarana.
Ia mengatakan, program tersebut tidak hanya menyasar sekolah terdampak bencana, tetapi juga dilaksanakan melalui skema reguler agar peningkatan fasilitas pendidikan dapat dilakukan secara bertahap di berbagai satuan pendidikan.
Iryasman meminta pengawas dan kepala sekolah memperbarui data peserta didik serta kondisi sarana dan prasarana sebagai persiapan pengusulan program revitalisasi pada tahun berikutnya. Ia juga mengingatkan agar pembangunan fasilitas, termasuk toilet dan akses bagi penyandang disabilitas, mengikuti standar yang telah ditetapkan. (Mdtk)