Bupati Pasaman, Penanggulangan Kemiskinan dan Rembuk Stunting Harus Serius

Bupati Pasaman, Penanggulangan Kemiskinan dan Rembuk Stunting Harus Serius

Pasaman,—Bupati Pasaman buka Rapat Koordinasi percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting

Rakor tersebut juga dihadiriWakil Bupati Pasaman Sabar. AS, Sekretaris Daerah Mara Ondak, Rektor Universitas Muhammad Natsir Bukit Tinggi  di aula Kantor Bupati Pasaman

Kepala Bappeda Khairuddin Batubara, dalam laporanya menyebutkan  tujuan diselenggarakanya Rakor ini adalah bertujuan guna adanya singkronisasi program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan Kabupaten Pasaman dan pelaksanaan verifikasi dan validasi data kemiskinan ekstrem yang melibatkan Tim Koordinasi dan Sekretariat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan, Organisasi Perangkat Daerah terkait dan stakeholder lalainnya.

Dilaksanakanya Rembuk Stunting yang bertujuan untuk melakukan konfirmasi, sinkronisasi, dan sinergisme hasil Analisis Situasi dan rancangan Rencana Kegiatan dari OPD penanggung jawab ,terang Kaban Bappeda,

Dalam hal ini sedikitnya ada 8 ( delapan), kebijakan program prioritas yang dilaksanakan dalam upaya penanggulangan kemiskinan yang diamanatkan dalam RPJMD diantaranya, 1,Pendidikan Gratis 12 tahun, 2. Bea siswa untuk mahasiawa yang kurang mampu, 3, Pelayanan Kesehatan gratis, 4, Bantuan langsung tunai ( termasuk dari dana desa), 5. Program padat karya, 6, Peningkatan kopentensi dan keterampilan tenaga kerja, 7, Membuka akses dikawasan perbatasan dan daerah terpencil,8, Peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan ( satu jorong satu polindes,) ,jelas Khairuddin,

Bupati Pasaman saat membuka secara resmi  mengatakan adanya 25 nagari yang ada di Pasaman telah menjadi nagari defenitif, mudah mudahan ditahun 2024 akan mendapatkan dana desa,

Terkait dengan penanganan dan penangulangan kemiskinan dan stunting di pasaman dari presentase cukup mengembirakan ,terjadi penurunan yang signifikan,

Berdasarkan data statistik, tingkat kemiskinan Kabupaten Pasaman tahun 2021 berada pada angka 7,48 persen dan pada tahun 2022 berada pada posisi 6,85 persen, Sementara rata rata kemiskinan ekstrem untuk tingkat Sumatera barat pada tahun 2022 hanya 5,92 persen, dimana Kabupaten Pasaman berada pada angka 0,24 atau 710 jiwa warga Pasaman masuk dalam kategori Miskin Ekstrem,

Secara prakteknya dalam penanganan dan pengurangan angka stunting dibanding dengan beberapa daerah lain, memang agak melambat atau belum maksimal untuk itu tim perlu belajar ke daerah yang sukses dalam penanganan angka stunting tersebut,

Dalam hal ini, persoalan ini sangat serius, untuk itu perlu kejelian dan kelihaian tim untuk bisa mengatasi persoalan tersebut, untuk itu data itu harus akurat, perlu adanya kordinasi dan sinergitas semua pihak ubtuk melakukan validasi data dan penyusunan dan pelaksanaan program . untuk itu peran Wali Nagari dan jajaran didaerah nya juga sangat penting , karena merekalah yang tau dengan situasi masyarakatnya,

Peran seluruh pihak sangat penting, dan kita harus tahu jenis kemiskinan ekstream yang timbul, dan bagaimana mengatasinya, apakah melalui program pertanian, atau Baznas bahkan kapan perlu diperdayakan PKK melalui dasa wismanya,

Salah satu langkah strategis dalam mengurangi kemiskinan adalah dengan adanya pelayanan berobat gratis, sehingga tidak mengganggu ekonomi rumah tangga , ungkap Benny Utama,

Selain itu Benny Utama juga menjelaskan, salah satu cara mengurangi angka kemiskinan adalah dengan memberikan pelatihan dan keahlian bagi tenaga produktif,

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah Sarana dan prasarana jalan kesediaan infrastruktur yang mamadai, dan untuk itu Pemkab Pasaman saat ini telah dapat membangun fasilitas jalan yang bisa di lalui kendaraan.roda 4 , seperti jalan ke Muaro sungai lolo.yang saat ini telah dilaksanakan, tinggal beberapa kiloeter lagi yang sedang pengerjaan,

Dengan adanya pelaksanaan program program prioritas tersebut, target kita Pasaman untuk penurunan angka stunting di akhir 2024.setidaknya mendekati angka 14 persen,(Lukman Hasibuan)