Alumni  Sekolah Menengah Tuanku Jakfar Kuala Pilah Nagari Sembilan  Berkunjung Ke Istano Basa Pagaruyung

Alumni Sekolah Menengah Tuanku Jakfar Kuala Pilah Nagari Sembilan Berkunjung Ke Istano Basa Pagaruyung

Tanah Datar, —Alumni sekolah Menengah tuanku Jakfar Kuala pilah Nagari Sembilan berkunjung ke Istano Basa Pagaruyung

Rombongan tersebut dipimpin Dato Dr Hizamri dengan jumlah rombongan sebanyak 25 orang dan Kunjungan ini dalam rangka travelling dan menelusuri sejarah leluhurnya.

Kedatangan rombongan tersebut difasilitasi oleh Noor moh Kimin dan juga diterima oleh wartawan Senior Tanah Mustafa Akmal di Istano Basa Pagaruyung

Menurut Dato Dr Hizamri Kedatangan bersama rombongan disamping kunjungan wisata ke Sumatera Barat tapi mereka ingin mengetahui dimana lokasi Suku mereka. karena dari 12 Suku di Nagari Sembilan dan 9 sukunya berasal dari minangkabau masing masing 12 Suku dan dari Negeri sembilan, batu hampar, Tanah Datar, Sari lamak, mungka ,simalanggang, tigo batua, tigo nenek, Batu balang, Payakumbuh

Alhamdulilah dari kunjungan itu mereka sudah banyak memperoleh masukan tentang keberadaan daerah asal suku mereka dan tinggal lagi nanti mereka nanti akan datang lagi bersama anak dan keluarganya sehingga kedatangan mereka bersilaturahni dengan keluarganya di daerah yang akan dikunjungi karena nama suku mereka dari daerah nenek moyang mereka yang sudah ratusan tahun datang ke Negeri sembilan

kemudian mereka juga merasa kagum dengan istana Basa pagarutung yang bisa bantu sebagai penyatu perhubungan antara suku suku di Pagar ruyung dengan suku suku Di Negeri Sembilan…

Sementara itu Noor Kimin  berharap kunjungan ini bisa menghasilkan sebuah kerjasama di bidang pariwisata.

“Saya berharap kunjungan saya ini bisa menghasilkan sebuah kerjasama dibidang pariwisata,”karena kita sudah merancang  program wisata bertajuk Wisata Asal Usul.”saya punya sebuah program yang bernama wisata asal usul,”

Dijelaskan, wisata asal usul ini bertujuan membawa wisatawan Malaysia ke Tanahdatar untuk mengenal daerah dimana mereka berasal.

Begitu banyak warga Malaysia yang berasal dari Tanahdatar maupun Sumatera Barat, namun mereka tidak mengenal kampung halamannya (mdtk)