SURABAYA —Ketus Juang Kencana Kabupaten Tanah Datar luncurkan autobiografi berjudul “Memoar Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali, S.H., M.H.: Wartawan, PNS, Dosen, Aktivis, dan Advokat dalam Jambore Nasional (Jamnas) Juken IX dan HUT Juken ke 26 di Hotel Palm Park Surabaya, Jawa Timur.
Peluncuran dilakukan dihadapan Ketua Juken Pusat, Dr. Sudibyo Ali Maeso, M.A., Direktur Ormas, Dr. Yuni Hastuti Ningsih, SKM., M.Kes.,Dewan Pengawas Juken dan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Shodiqin, M.M. serta perwakilan Juken dari 24 provinsi.
Dalam peluncuran tersebut ikut mendampingi Wakil Ketua Juken Sumatera Barat, Wisma Miharti, bersama dr. Salman Syam, Upik Salman, Erpice, Rahma Delira, dan Ulfah Hanum,
Ketua kan perwakilan Juken Sumbar Wisma Miharti menyampaikan bahwa buku autobiografi Mustafa Akmal layak diperkenalkan kepada para pejuang Keluarga Berencana (KB) di seluruh Indonesia.
Menurutnya, buku tersebut tidak sekadar mengisahkan perjalanan hidup dan berbagai profesi penulis, tetapi juga merekam pengalaman perjuangan dalam pelaksanaan program KB pada masa awal di lapangan.
“Buku ini sangat layak diperkenalkan kepada seluruh pejuang KB karena memuat kisah nyata perjuangan petugas KB dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk di daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis,”
Menurutnya, sejumlah pengalaman dalam buku tersebut menjadi catatan berharga yang mungkin belum banyak diketahui generasi pejuang KB saat ini. Salah satunya adalah pengalaman Mustafa Akmal bersama Tim Safari KB Provinsi Sumatera Barat, termasuk almarhum Indra Wirdhana, S.H., ketika melaksanakan Safari KB ke Kepulauan Mentawai.
Pengalaman tersebut menggambarkan beratnya perjuangan petugas KB pada masa itu. Dalam perjalanan Safari KB di Kepulauan Mentawai, Mustafa Akmal bersama tim pernah terombang-ambing di tengah laut selama sekitar enam jam. Namun, tantangan perjalanan tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk melaksanakan tugas dan menjangkau masyarakat.
Tantangan di lapangan bahkan tidak hanya berupa kondisi geografis. Saat mengajak keluarga yang belum mengikuti program KB, Mustafa Akmal bersama tim pernah menghadapi situasi menegangkan karena diburu menggunakan golok. Kendati menghadapi risiko tersebut, tugas tetap dijalankan dengan pendekatan dan semangat pengabdian untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya program Keluarga Berencana.
Kisah tersebut menjadi gambaran nyata bahwa perjuangan para petugas KB generasi awal tidaklah mudah. Mereka harus menghadapi perjalanan panjang, keterbatasan sarana, medan yang sulit, bahkan risiko keselamatan, demi menjalankan tugas dan menyukseskan program KB hingga ke daerah terpencil.
Ketua Juken Pusat, Dr. Sudibyo Ali Maeso, M.A., menyambut baik peluncuran memoar tersebut. Ia menilai buku karya Mustafa Akmal memiliki nilai penting karena tidak hanya menceritakan perjalanan pribadi penulis, tetapi juga merekam pengalaman pengabdian dan perjuangan dalam pelaksanaan program KB pada masa awal.
Menurut Sudibyo, pengalaman yang dituangkan dalam memoar tersebut dapat menjadi dokumentasi perjalanan Juang Kencana sekaligus sumber inspirasi bagi generasi penerus untuk memahami bagaimana para petugas KB terdahulu menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di berbagai daerah.
Tantangan di lapangan bahkan tidak hanya berupa kondisi geografis. Saat mengajak keluarga yang belum mengikuti program KB, Mustafa Akmal bersama tim pernah menghadapi situasi menegangkan karena diburu menggunakan golok.
Kendati menghadapi risiko tersebut, tugas tetap dijalankan dengan pendekatan dan semangat pengabdian untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya program Keluarga Berencana.
Kisah tersebut menjadi gambaran nyata bahwa perjuangan para petugas KB generasi awal tidaklah mudah. Mereka harus menghadapi perjalanan panjang, keterbatasan sarana, medan yang sulit, bahkan risiko keselamatan, demi menjalankan tugas dan menyukseskan program KB hingga ke daerah terpencil
Mustafa Akmal menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Juken Pusat yang telah memberikan kesempatan untuk meluncurkan bukunya dalam rangkaian Jamnas IX Juken di Surabaya.
Ia menyebut peluncuran tersebut sebagai sebuah kehormatan sekaligus kebahagiaan karena memoar yang memuat perjalanan hidup, pengabdian, dan pengalaman dalam program KB dapat diperkenalkan langsung kepada para pejuang KB dari berbagai provinsi di Indonesia.
Mustafa Akmal juga berharap Ketua Juken Pusat dapat memfasilitasi agar buku tersebut diperkenalkan kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Ia berharap buku itu nantinya dapat dimiliki oleh seluruh perwakilan BKKBN di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Harapan kami, buku ini tidak hanya menjadi kenangan pribadi, tetapi juga menjadi catatan sejarah dan bahan pembelajaran bagi pejuang KB saat ini. Mereka dapat membaca dan memahami bagaimana para pendahulunya berjuang dengan segala keterbatasan untuk menyukseskan program KB di Indonesia,” katanya.
Dalam rangkaian kegiatan itu, Mustafa Akmal juga menyerahkan buku karyanya kepada Ketua Juken Pusat Dr. Sudibyo Ali Maeso, M.A., Dewan Pengawas Juken Pusat, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Shodiqin, M.M., serta perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Penyerahan buku tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengenalan memoar yang memuat pengalaman dan perjalanan perjuangan program KB kepada para pejuang KB di berbagai daerah. (Mdtk)