Tanah Datar – Wujud kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Pengurus Juang Kencana Kabupaten Tanah Datar dengan menyerahkan bantuan kepada Munfiarnis (Epi), pensiunan BKKBN Tanah Datar yang menjadi korban kebakaran rumah di Jorong Tanjuang Ateh, Nagari Tanjuang Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Juang Kencana Tanah Datar, Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali, SH., didampingi Wakil Ketua Zulefni, Sekretaris Yeni Azeita, serta pengurus lainnya, yakni Wirda Oemar, Khairul, Syafnir beserta istri, dan Erlina Ginal beserta suami, di rumah keluarga korban
Musibah kebakaran terjadi pada Senin malam (29/6/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Api menghanguskan rumah yang ditempati Munfiarnis bersama suaminya, Mardinas, sehingga seluruh bangunan beserta hampir seluruh harta benda mereka ludes terbakar
Ketua Juang Kencana Tanah Datar, Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali, SH., mengatakan bahwa sehari setelah musibah kebakaran, beberapa anggota Juang Kencana langsung mendatangi rumah korban untuk melihat kondisi sekaligus memberikan dukungan moril.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, pengurus kemudian berinisiatif membuka aksi badoncek di kalangan anggota Juang Kencana.
“Alhamdulillah, dari hasil badoncek yang dilakukan anggota Juang Kencana berhasil terkumpul dana sebesar Rp4 juta. Dana tersebut kami serahkan kepada Ibu Munfiarnis sebagai bentuk kepedulian keluarga besar Juang Kencana,” ujarnya.
Mustafa Akmal menegaskan bahwa nilai bantuan bukanlah hal yang utama, melainkan ketulusan dan rasa kebersamaan seluruh anggota.
“Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan yang kami berikan, tetapi lihatlah dari ketulusan hati seluruh anggota Juang Kencana yang dengan ikhlas menyisihkan rezekinya untuk membantu saudara kita yang sedang mengalami musibah.
Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga korban dan semangat kebersamaan ini terus terpelihara,” katanya.
Sementara itu, Munfiarnis didampingi suaminya mengaku musibah yang menimpa keluarganya terjadi begitu cepat dan di luar perkiraan. Saat api membesar, dirinya bersama sang suami hanya sempat menyelamatkan diri tanpa dapat mengeluarkan barang-barang dari dalam rumah.
“Kejadiannya sangat cepat. Kami bersama suami tidak menyangka api begitu cepat membesar. Jangankan menyelamatkan barang, satu helai pakaian pun tidak sempat kami keluarkan.
Alhamdulillah beberapa dokumen penting masih bisa diselamatkan, tetapi satu BPKB mobil tidak berhasil diselamatkan karena ikut terbakar,” ungkapnya.
Dengan mata berkaca-kaca, Munfiarnis juga menceritakan bahwa selama dua hari setelah kebakaran, dirinya dan sang suami masih mengenakan pakaian yang sama karena seluruh pakaian mereka habis dilalap api.
“Selama dua hari kami belum berganti pakaian karena memang tidak ada lagi baju yang bisa dipakai. Namun kami sangat bersyukur karena perhatian masyarakat begitu luar biasa. Banyak warga datang memberikan bantuan berupa bahan makanan, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari. Bahkan saat ini warga juga bergotong royong membangun tempat tinggal sementara untuk kami,” tuturnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, para tetangga, dan keluarga besar Juang Kencana Tanah Datar yang telah memberikan bantuan dan dukungan moril.
“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Juang Kencana serta semua pihak yang telah membantu kami.
Bantuan ini sangat berarti dan akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan Bapak dan Ibu semua,” ucap Munfiarnis penuh haru.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian di lingkungan keluarga besar Juang Kencana Tanah Datar tetap terjaga.
Melalui aksi badoncek, para anggota menunjukkan bahwa rasa persaudaraan tidak hanya diwujudkan dalam kebersamaan saat berkegiatan, tetapi juga hadir ketika salah seorang anggota atau keluarga besar Juang Kencana sedang menghadapi cobaan.(Mdtk)