Dato’ Sahariman Tertarik Undang Komunitas Golok Nusantara Banten ke Malaysia

Dato’ Sahariman Tertarik Undang Komunitas Golok Nusantara Banten ke Malaysia

Banten – Presiden Homestay Malaysia sekaligus Ketua Homestay Tourism Showcase (HOTAS) 2026, Dato’ Haji Sahariman bin Hamdan, menunjukkan ketertarikannya terhadap keberadaan Komunitas Pelestari Golok Tradisional yang turut ambil bagian dalam BJB Ekspo di Grand Premier Hall Politeknik Sahid, Tangerang Selatan, Banten.

Kehadiran komunitas tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam kegiatan yang mempertemukan pelaku UMKM, sektor pariwisata, akademisi, dan pegiat budaya dari Banten, Bogor, serta Jakarta. Kegiatan ini juga menjadi ajang promosi ekonomi kreatif, budaya, dan pariwisata yang mendapat perhatian berbagai pihak, termasuk tamu dari Malaysia.

Dalam kesempatan itu, Dato’ Sahariman menjelaskan bahwa kunjungannya ke Indonesia merupakan bagian dari upaya mempererat kerja sama sekaligus mempromosikan pariwisata Malaysia menjelang pelaksanaan Visit Malaysia 2026 dan Homestay Tourism Showcase (HOTAS) 2026.

“Kedatangan kami bukan hanya untuk memperkuat hubungan kerja sama dengan berbagai pihak di Indonesia, tetapi juga memperkenalkan program-program pariwisata Malaysia, termasuk jaringan homestay yang telah berkembang dan menjadi salah satu daya tarik wisata berbasis masyarakat di negara kami,” ujarnya.

Dato’ Sahariman mengaku terkesan dengan upaya pelestarian budaya yang dilakukan Komunitas Pelestari Golok Tradisional. Menurutnya, golok bukan sekadar senjata tradisional, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang memiliki nilai sejarah dan filosofi yang perlu terus dijaga.
“Budaya adalah aset penting dalam pengembangan pariwisata.

Saya melihat Komunitas Pelestari Golok Tradisional memiliki peran besar dalam menjaga warisan budaya agar tetap dikenal dan dihargai oleh masyarakat luas,” katanya.

Ia juga menyatakan ketertarikannya untuk mengundang Komunitas Golok Nusantara Banten dan pegiat budaya Indonesia tampil dalam berbagai kegiatan budaya serta promosi pariwisata di Malaysia pada tahun 2027.

Menurutnya, Festival Golok Nusantara dan Seni Kreatif memiliki potensi besar berkembang menjadi agenda budaya internasional yang mampu mempertemukan komunitas budaya, pelaku ekonomi kreatif, dan pegiat pariwisata dari berbagai negara.

Selain itu, Dato’ Sahariman menilai konsep Perkampungan Warisan Nusantara yang menampilkan seni budaya, seni ukiran, seni kuliner tradisional, seni silat, seni khat, seni lukis, dan warisan golok Nusantara sangat potensial dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya.

Ia mengungkapkan bahwa kegiatan serupa pernah dilaksanakan pada tahun 2019 dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Saya melihat potensi yang sangat besar dari Perkampungan Warisan Nusantara.

Jika dikembangkan secara berkelanjutan, kawasan ini dapat menjadi ikon wisata budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Indonesia kepada dunia internasional,” ujarnya.

Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Bogor, Jamal, mengatakan BJB Ekspo merupakan wadah kolaborasi antara UMKM, industri pariwisata, dan dunia pendidikan.

Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Politeknik Sahid sebagai bagian dari penguatan sinergi antara dunia pendidikan dan industri pariwisata.
“Kehadiran Dato’ Haji Sahariman membuka peluang kerja sama internasional yang sangat berharga.

Pengalaman beliau dalam mengembangkan homestay di Malaysia dapat menjadi referensi bagi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di daerah kami,” ujar Jamal.

Pembina Komunitas Pelestari Golok Tradisional, Ir Gatut Sutanta menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Dato’ Sahariman terhadap upaya pelestarian golok sebagai warisan budaya Nusantara.

“Kami sangat senang karena keberadaan Komunitas Pelestari Golok Tradisional mendapat perhatian dari Dato’ Haji Sahariman.

Ini menunjukkan bahwa warisan budaya lokal memiliki daya tarik dan nilai yang dapat dikenal hingga tingkat internasional,” katanya.

Gatut menambahkan bahwa komunitasnya selama ini aktif melakukan edukasi, pameran, dan memperkenalkan berbagai jenis golok tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia juga mengungkapkan bahwa golok telah diusulkan untuk mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya.

“Kami berharap upaya ini dapat semakin memperkuat pelestarian golok sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ungkapnya. (mdtk).