Anak Yatim Piatu Asal Padang Panjang Lolos Kuliah di Mesir, Menanti Dukungan untuk Wujudkan Mimpi

Anak Yatim Piatu Asal Padang Panjang Lolos Kuliah di Mesir, Menanti Dukungan untuk Wujudkan Mimpi

PADANG PANJANG – Di tengah keterbatasan hidup yang dihadapinya, Muhammad Khadafi berhasil mengukir prestasi membanggakan.

Alumni Perguruan Islam Thawalib Padang Panjang itu dinyatakan lulus dan diterima untuk melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Mesir.
Muhammad Khadafi lahir di Padang Panjang pada 8 Desember 2007.

Namun perjalanan hidupnya tidak mudah. Ayahnya meninggal dunia pada tahun 2015, kemudian setahun setelah itu sang ibu juga berpulang pada tahun 2016.

Sejak saat itu, Khadafi diasuh dan dibesarkan oleh neneknya, Rajidah, di Jalan St. Mansur No. 141B, Kelurahan Balai-Balai, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang.

Meski tumbuh tanpa kehadiran kedua orang tua, Khadafi tidak menyerah pada keadaan. Dengan semangat belajar yang tinggi dan dukungan sang nenek,

ia berhasil menyelesaikan pendidikan di Perguruan Islam Thawalib Padang Panjang dan kini memperoleh kesempatan melanjutkan studi ke Mesir.

“Bagi saya, diterima kuliah di Mesir seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Namun untuk bisa berangkat ke Mesir, saya masih terkendala biaya,” ujar Khadafi.

Biaya yang dibutuhkan meliputi tiket pesawat, pengurusan paspor dan visa, serta kebutuhan awal selama menjalani pendidikan di Mesir.

Jumlah biaya tersebut cukup besar bagi Khadafi dan neneknya yang selama ini berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Perjuangan mewujudkan cita-cita Khadafi mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Buk Elfi selama ini aktif menghubungi para dermawan dan menggalang dukungan agar Khadafi dapat memperoleh bantuan biaya keberangkatan.

Dukungan juga datang dari Eka Sapta, pemilik Rumah Makan Beramas, yang turut berupaya menggerakkan kepedulian masyarakat untuk membantu mewujudkan impian Khadafi menuntut ilmu di negeri para ulama.

Menurut Eka Sapta, kesempatan yang diraih Khadafi merupakan prestasi yang patut mendapat apresiasi dan dukungan bersama. Di tengah keterbatasan yang dihadapinya sebagai anak yatim piatu, Khadafi mampu membuktikan bahwa tekad dan kerja keras dapat mengantarkannya meraih cita-cita.

Buk Elfi dan Eka Sapta berharap perjuangan Muhammad Khadafi mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Padang Panjang dan BAZNAS Kota Padang Panjang.

“Kami berharap Bapak Wali Kota Padang Panjang, BAZNAS, para perantau, dan para dermawan dapat bersama-sama membantu keberangkatan Muhammad Khadafi ke Mesir. Ini adalah kesempatan yang sangat berharga bagi masa depan anak kita ini,” ujar mereka.

Keberhasilan Muhammad Khadafi menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Kini, setelah kehilangan kedua orang tuanya sejak usia dini dan dibesarkan oleh sang nenek, ia tinggal selangkah lagi mewujudkan impian menuntut ilmu di Mesir.

Dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan agar langkahnya menuju negeri para ulama dapat segera terwujud. (M.akmal)