Respon Tahun Baru Islam 1447 H Dengan Amal Kebaikan

Respon Tahun Baru Islam 1447 H Dengan Amal Kebaikan

Respon Tahun Baru Islam 1447 H Dengan
Amal Kabaikan
Oleh : H. Abdel Haq, S.Ag, MA.

Dalam suasana tahun baru Islam 1447 H,
yang jatuhnya pada hari Jum’at 1
Muharram 1447 H lalu, dan bertepatan
dengan tanggal 27 Juni 2025 M

Sudah sewajarnyalah kita umat Islam untuk
merespon pergantian tahun, bulan
minggu, hari, waktu dan saat itu, dengan
sikap proaktif dan menindaklanjutinya
dengan baik.

Setidaknya, pergantian tahun atau kalender itu, jangan lewat begitu saja tanpa adanya upaya, kegiatan untuk mengevaluasi diri, melakukan muhasabah dan menginstropeksi diri. Agar kita, terjauh
dari kelompok pemalas, munafik,
pengkhianat dan terjauh dari komunitas
orang yang merugi dunia akhirat.

Kenapa kita harus mampu merespon dan
mengambil hikmah, pembelajaran dari
pertukaran waktu itu. Karena waktu adalah
kesempatan baik, yang sangat berharga
dalam hidup dan kehidupan kita. Pantas
saja banyak ungkapan, pepatah tentang
penting dan vitalnya waktu, yang selama
ini kita dengar.

Orang Arab mengatakan “alwaqtu kassaifi “. Waktu itu ibarat pedang, kalau tidak pandai mempergunakannya akan ditebas oleh pedang tersebut”

Pepatah Inggris menyatakan ” time is
money”. Waktu itu adalah uang, bagi
mereka yang mampu memenej,
mengelolanya dengan baik. Insya Allah
akan menghasilkan dan mendatangkan
banyak uang.

Waktu adalah kesempatan emas dan
modal yang sangat berharga, yang
datangnya takkan terulang. Sedetik dan
sesaat waktu yang telah berlalu di
hadapan kita, takkan pernah terkejar

meskipun kita berlari mengejarnya sampai
akhir hayat. Bahkan waktu yang berlalu itu,
takkan pernah kembali ke hadapan kita,
walaupun diupayakan dengan berbagai
macam cara.

Oleh sebab itulah, Allah Swt dalam Al-Quran bersumpah dengan mempergunakan waktu. ” walfajri, wadhdhuhaa, wannahaari, wal’ashri dan wallaili “, demi waktu fajar, demi waktu dhuha, demi waktu siang, demi waktu “ashar dan demi waktu m a l a m ”

Justeru itu, marilah kita manfaatkan waktu
yang masih tersisa dengan berbagai
perbuatan positif, sarat dengan amal
kebaikan yang bernilai ibadah di sisi Allah
Swt. Sebelum kita lebih jauh menapaki
tahun 1447 H / 2 0 2 6 M marilah kita lakukan beberapa hal antara lain :

1. Melakukan muhasabah, evaluasi dan
introspeksi diri. Hal ini sangat perlu kita
adakan, untuk mengetahui sejauh mana
kita telah melakukan kewajiban selaku
seorang muslim yang beriman.

Apakah menyangkut dengan tugas pokok. Sepertfardhu ‘ain, melakukan ibadah shalat, zakat dan p u a s a di bulan Ramadhan. Dengan melakukan muhasabah diri ini, diharapkan kita bisa melihat secara lebih dekat, di mana letak kemajuan dan peningkatan setidaknya setahun yang lewat.

Di sisi lain, kita pun dapat pula
mengetahui, titik-titik kelemahan, beberapa
kekurangan yang harus dibenahi di masa
yang akan datang. Seiring dengan hal ini,
Khalifah Umar Bin Khatab mengeluarkan
p e r n y a t a a n n y a : ” haasibuu anfusakum qabla an tu h aas ab u u “.
Artinya : : hitunglah dirimu, sebelum orang lain menghitungnya “.

2. Merencanakan hari esok yang lebih baik,
berdasarkan evaluasi dan instropeksi diri.
Setelah melakukan muhasabah diri, kita
akan bisa melihat secara jujur.

Sejauh mana kemajuan yang telah tercapai,
potensi dan faktor yang mana seharusnya
diprioritaskan untuk melakukan
perubahan, perbaikan dan peningkatan
kesejahteraan sesuai dengan harapan
yang telah dicanangkan.

Merencanakan hari esok yang lebih baik
itu pun telah diperintahkan Allah Swt
kepada hamba-Nya yang beriman. Seperti
termaktub dalam Al-Quran surah Al-Hasyr
a y a t 1 8 : ” Yaa ayyuhalladziina aamanuut
taqullaaha, waltanzhur nafsum maa
qaddamat lighadin, wattaqullaaha
innallaaha khabiirum bimaa ta’maluun ”

Artinya: ” Wahai orang-orang yang
beriman! Bertakwalah kepada Allah dan
hendaklah setiap orang memperhatikan
apa yang telah diperbuatnya untuk hari
esok ( akhirat), dan bertakwalah kepada
Allah.

Sungguh, Allah Mahateliti terhadap
apa yang kamu kerjakan”. Q.S 59.18.
Menurut firman Allah Swt di atas, sebelum
menyiapkan, memenej dan menata hari
esok yang lebih baik itu. Allah Swt terlihat
dahulu memerintahkan kepada kita umat

Artinya : ” Demi masa, sungguh manusia
dalam keadaan merugi, kecuali orang-
orang yang beriman, dan mengerjakan
amal kebajikan, saling menasehati untuk
kebenaran dan saling menasehati untuk
k e s a b a r a n . Q.S 1 0 3 . 1 – 3.

Selanjutnya, untuk menyongsong
kehidupan yang lebih baik di masa datang,
t e n t u kita h a r u s lebih m e m a k s i m a l k a n potensi yang kita miliki, untuk mewujudkan pencapaian yang optimal, menuju kebahagiaan dunia akhirat.
Adapun potensi yang harus kita
kembangkan, matangkan ke depan
a d a l a h :

2. 1. Kecerdasan spritual
K e c e r d a s a n intelektual
3. K e c e r d a s a n e m o s i o n a l
4. K e c e r d a s a n individual
5. K e c e r d a s a n s o s i a l d a n
6. Kecerdasan lingual.

Insya Allah, dengan mengembangkan
potensi diri yang dimiliki, kita optimis akan
mampu mewujudkan kehidupan pribadi,
keluarga dan masyarakat yang maju, kuat,
mandiri, adil dan sejahtera sesuai dengan
visi pemerintah dalam mewujudkan
Indonesia Emas 2045.Tetapi, jika potensi kecerdasan yang dimiliki ini, terabaikan oleh berbagai pihak, termasuk oleh pihak pemerintah, pemimpin formal dan informal, termasuk petinggi partai dan pimpinan lembaga kemasyarakatan yang ada. Akan berdampak negatif terhadap pencapaian perbaikan, perubahan ke arah yang lebih baik.

Untuk itu, diperlukan kerja sama dan
s a m a – s a m a bekerja secara profesional di antara komponen yang ada di negara
tercinta I n d o n e s i a ini.

Demikianlah beberapa hal yang perlu kita
lakukan dalam rangka menyikapi
pergantian tahun baru Islam 1447 H,
semoga bermanfaat bagi penulis,
pembaca dan pecinta literasi, aamiiin …
wallaahu a’lam bishshawaab.

*Penulis : Jurnalis, aktivis Dakwah, terakhir
Kakankemenag. Dharmasraya.