Tanah Datar -Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat dalam melaksanakan alek penghulu, ini salah satu wujud persatuan dan kesatuan serta tercapainya tujuan kekeluargaan.
Hal itu disampaikan Bupati waktu menghadiri melewakan 17 Panghulu 4 Suku Di Korong Gadang Rambatan yang juga dihadiri Anggota DPRD Sumbar Arkadius dt Intan Bano, Camat Rambatan Roza Melfita dan forkopimca, mantan Bupati Tanah Datar periode 2005-2015 M Shadiq Pasadiqoe, angku-angku, niniak mamak, tokoh masyarakat, pemuda dan undangan lainnya. Minggu di halaman Balai Adat
Bupati Eka Putra menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat dalam melaksanakan suatu kegiatan alek penghulu, ini salah satu wujud persatuan dan kesatuan serta tercapainya tujuan kekeluargaan.
“Kekompakan masyarakat, dunsanak, kamanakan dan unsur nagari serta suku-suku yang ada di Rambatan, sehingga terlaksana acara batagak panghulu dalam rangkaian baralek gadang, karena kekompakan inilah yang akan menyelesaikan permasalahan di kampung, ini patut di apresiasi
Kekompakan seperti ini sangat butuhkan untuk menghadapi dan menyelesaikan berbagai persoalan di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, peranan niniak mamak juga sangat dibutuhkan dalam memberikan warna kepada pemerintah nagari.
“Saya selaku pimpinan daerah mengharapkan dukungan dari para niniak mamak dan seluruh masyarakat, bantu kami dalam menjalankan pemerintahan,” harapnya.
Bupati juga berpesan kepada niniak mamak yang dikukuhkan agar menjadi pemimpin yang mampu mengayomi kaumnya.
“Semoga kita bisa menjadi pemimpin yang dicintai oleh orang-orang yang kita pimpin, mari kita saling terus mengingatkan,” katanya.
Bupati Eka Putra menyampaikan ucapan selamat kepada niniak mamak yang telah dikukuhkan, dan berharap mampu mengemban amanah dengan penuh rasa tanggung jawab.
Alek penghulu di nagari Rambatan, dikukuhkan sebanyak 17 penghulu dari 4 suku yang ada di Korong Gadang yaitu suku Sumagek, suku Rabu, suku Tanjung dan suku Bendang disamping kegiatan penyembelihan kerbau, baralek dan penampilan kesenian saluang dan dilanjutkan dengan acara baralek syukuran, makan bersama dan ditutup dengan malam hiburan kesenian Randai (mdtk)