Tanahdatar,– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanah Datar Adakan Rapat Paripurna dengan agenda Mendengarkan Pidato Presiden Republik Indonesia dalam Rangka Penyampaian RUU Tentang APBN Tahun 2024 beserta Nota Keuangannya, Rabu (16/8/2023) di ruang sidang utama DPRD setempat.
Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Anton Yondra didampingi Ketua DPRD Ronny Mulyadi, Wakil Ketua Saidani dan turut dihadiri Bupati Eka Putra bersama Wakil Bupati Richi Aprian, Forkopimda, Sekda Iqbal Ramadi Payana, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, pimpinan Ormas dan undangan lainnya.
Pidato Pembukaan masa persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2023-2024 disampaikan Ketua DPR RI Puan Maharani, dilanjutkan Pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2024 disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Dalam Pidato yang disampaikan di gedung DPR/MPR di bilangan Senayan Jakarta Pusat ini, Jokowi menyampaikan mengenai Arsitektur APBN tahun 2024.
Dimana Saat ini, pemerintah mendesain APBN 2024 agar mampu merespons dinamika perekonomian, menjawab tantangan dan mendukung agenda pembangunan dan kesejahteraan secara optimal.
“APBN 2024 didesain untuk menjawab tantangan saat ini sekaligus di masa yang akan datang, maka kebijakan APBN tahun 2024 diarahkan untuk Mempercepat Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan,” kata Jokowi.
Presiden RI Jokowi menyampaikan berbagai isu, mulai dari permasalahan rakyat hingga perekomonian, hilirisasi, serta perkembangan penanganan stunting di Indonesia. Ia juga menyinggung budaya santun budi pekerti luhur di Indonesia yang mulai memudar.
“Tapi yang membuat saya sedih budaya santun budi pekerti luhur bangsa ini, kelihatannya sudah mulai hilang. Kebebasan dan demokrasi digunakan untuk melampiaskan kedengkian dan fitnah. Polusi di wilayah budaya ini sangat melukai keluhuran budi pekerti bangsa Indonesia,”katanya.
Jokowi pun meyerukan masyarakat untuk menjaga mentalitas sekitarnya, sehingga Indonesia bisa tetap melangkah maju, menjalankan transformasi menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyoroti peluang besar dari bonus demografi terhadap perekomonian di Indonesia. Selanjutnya Peluang besar yang kedua adalah kepercayaan internasional yang dimiliki Indonesia saat ini, yang dibangun bukan sekedar melalui retorika semata. Melainkan melalui sebuah peran dan bukti nyata keberanian Indonesia dalam bersikap.
“Bonus demografi yang akan mencapai puncak di Tahun 2030-an adalah peluang besar kita untuk meraih Indonesia Emas 2045, 68% adalah penduduk usia produktif. Disinilah kunci peningkatan produktivitas nasional kita. Selain itu, persiapan sumber Daya Manusia Indonesia, di mana salah satunya berhasil menurunkan angka stunting menjadi 21,6 % di 2022, menaikkan Indeks Pembangunan Manusia menjadi 72,9 % di 2022, menaikkan Indeks Pemberdayaan Gender menjadi 76,5 % di 2022. Adapun persiapan anggaran perlindungan sosial total sebesar Rp 3.212 Triliun dari tahun 2015-2023,” jelas Jokowi.
Selain itu, pada pidato itu Jokowi juga menyampaikan beberapa hal penting lainnya terkait perkembangan dan kemajuan Indonesia untuk kedepannya, sidang penyampaian RAPBN tahun 2024 disertai nota keuangan dan dokumen pendukungnya.
Presiden di kesempatan itu mengumumkan bahwa kenaikan gaji ASN Pusat dan Daerah/TNI/Polri ditetapkan sebesar 8 persen, dan pensiunan sebesar 12 persen.
“RAPBN 2024 mengusulkan perbaikan penghasilan berupa kenaikan gaji untuk ASN Pusat dan Daerah/TNI/Polri sebesar 8 persen dan kenaikan untuk Pensiunan sebesar 12 persen, (mdtk)