TANAH DATAR — Sebanyak 49 lanjut usia (lansia) mengikuti wisuda Sekolah Lansia dari Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto, dan Nagari Situmbuk, Kecamatan Salimpaung di Aula Kantor Bupati Tanah Datar.
Wisuda dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar, Abdurrahman Hadi, S.STP., M.Si. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Rusdi D, S.KM., M.Si., yang mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra.
Hadir pula pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, Ketua Juang Kencana Kabupaten Tanah Datar, Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali, S.H., M.H., perwakilan wali nagari dari Nagari Paninjauan dan Nagari Situmbuk, serta keluarga para wisudawan dan wisudawati.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Tanah Datar, Drs. Herison, menyampaikan bahwa sebanyak 49 lansia mengikuti wisuda pada kesempatan tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 19 peserta berasal dari Sekolah Lansia Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto, sedangkan 30 peserta lainnya berasal dari Sekolah Lansia Nagari Situmbuk, Kecamatan Salimpaung.
Herison menjelaskan, wisuda tersebut merupakan pelaksanaan Sekolah Lansia yang ketiga di Kabupaten Tanah Datar. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Nagari Tanjung, Kecamatan Sungayang.
Pelaksanaan wisuda ini menjadi bagian dari komitmen untuk membentuk kelompok lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif melalui pendidikan serta pemberdayaan secara berkelanjutan.
Sekda Ajak Seluruh Nagari Bentuk Sekolah Lansia
Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar, Abdurrahman Hadi, S.STP., M.Si., menyampaikan ucapan selamat kepada para ibu lansia yang telah menyelesaikan pembelajaran dan mengikuti wisuda.
Ia mengajak seluruh nagari di Kabupaten Tanah Datar untuk membentuk Sekolah Lansia agar semakin banyak warga lanjut usia memperoleh kesempatan belajar, menambah pengetahuan, serta meningkatkan kesehatan dan kemandirian.
Abdurrahman Hadi juga mengingatkan agar program tersebut tidak hanya diikuti kaum ibu. Para bapak lansia juga diharapkan ikut berpartisipasi dalam kegiatan Sekolah Lansia.
Ia mengajak para ibu yang telah mengikuti program tersebut untuk mendorong suami dan lansia laki-laki lainnya agar ikut belajar bersama.
Dengan keterlibatan kaum ibu dan bapak, Sekolah Lansia diharapkan menjadi wadah pembelajaran bersama untuk mempererat silaturahmi, menjaga kesehatan, serta meningkatkan kualitas hidup pada masa tua.
Lise Eka Putra Terharu Melihat Lansia Mengenakan Baju Wisuda
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, mengaku terharu sekaligus bangga melihat para lansia mengenakan pakaian wisuda.
Menurutnya, masyarakat biasanya menghadiri wisuda anak-anak atau generasi muda. Namun, kali ini menjadi momen istimewa karena para ibu lansia juga merasakan kebahagiaan dan kebanggaan dalam prosesi wisuda.
“Biasanya kita menghadiri wisuda anak-anak, tetapi hari ini justru istimewa karena ibu-ibu lansia yang diwisuda. Rasanya haru dan bangga melihat para lansia mengenakan baju wisuda dan mengikuti prosesi ini dengan penuh kebahagiaan,” ungkapnya.
Lise berharap para lansia tidak hanya berdiam diri di rumah, tetapi terus belajar, menjaga kesehatan, meningkatkan kemandirian, serta tetap aktif dan produktif. Usia bukanlah penghalang untuk menambah pengetahuan dan menjalani kehidupan yang bermakna.
BKKBN Sumbar Dukung Lansia Berkualitas
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Rusdi D, S.KM., M.Si., yang hadir mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat, turut menyampaikan rasa haru dan bangga melihat semangat para lansia yang mengikuti wisuda.
Menurutnya, wisuda Sekolah Lansia menjadi bukti bahwa kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meningkatkan kualitas diri tetap terbuka pada setiap tahap kehidupan.
Melalui Sekolah Lansia, para peserta diharapkan memperoleh pengetahuan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, meningkatkan kemandirian, serta tetap berperan aktif dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.
Rusdi juga berharap pembentukan Sekolah Lansia dapat terus diperluas melalui dukungan pemerintah daerah, camat, petugas keluarga berencana (KB), wali nagari, dan masyarakat.
Sinergi seluruh pihak penting agar program pemberdayaan lansia dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan berjalan secara berkelanjutan.
Dengan semakin berkembangnya Sekolah Lansia, Kabupaten Tanah Datar diharapkan mampu mendorong terwujudnya lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, bahagia, dan bermartabat, sekaligus memberikan kesempatan kepada kaum ibu maupun bapak untuk terus belajar dan berkarya di usia senja.(Mdtk)