PADANG — Setelah berjuang keras sepanjang turnamen, tim basket putri Kabupaten Tanah Datar akhirnya berhasil meraih medali perak pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Kepastian tersebut diperoleh setelah tim berjuluk Luhak Nan Tuo itu mengakui keunggulan tim Kota Padang pada partai final yang berlangsung di GOR Prayoga, Padang, Sabtu (10/10) siang.
Dalam pertandingan perebutan medali emas tersebut, tim Kota Padang tampil dominan sejak awal hingga akhir laga dan berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 52-25.
Pertandingan final ini turut disaksikan Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, yang juga menjabat Ketua Pengcab Perbasi Tanah Datar, bersama Wakil Ketua KONI Tanah Datar Mustafa Akmal, S.H., M.H., Yuldha Veri, Koordinator Humas Chandra Antoni dan Nasrul Chaniago, Apri Erwadi, Rapendin, serta sejumlah pengurus Perbasi Tanah Datar.
Sejak peluit awal dibunyikan, tim Kota Padang langsung memperlihatkan permainan solid dan mampu memberikan tekanan terhadap pertahanan Tanah Datar. Menghadapi permainan agresif lawan, para pemain Tanah Datar kesulitan mengembangkan permainan dan mengejar ketertinggalan angka.
Selain menghadapi ketangguhan lawan, tim asuhan Nanda yang akrab disapa Da La Hoya itu juga beberapa kali melakukan kesalahan sendiri atau turnover. Kesalahan tersebut mampu dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Kota Padang untuk menambah perolehan angka hingga pertandingan berakhir dengan skor 52-25.
Meski gagal membawa pulang medali emas, keberhasilan tim basket putri Tanah Datar menembus partai final dan meraih medali perak tetap menjadi pencapaian yang patut diapresiasi. Terlebih, seluruh pemain yang memperkuat tim tersebut merupakan atlet lokal asal Tanah Datar.
Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly yang hadir menyaksikan langsung pertandingan tersebut meminta para atlet agar tidak larut dalam kekecewaan. Ia mengingatkan para pemain untuk tetap bersemangat dan menjadikan kekalahan ini sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan pada masa mendatang.
“Jangan berputus asa, teruslah berlatih. Ini bukan akhir dari segalanya, melainkan pelajaran yang sangat berharga,” ujar Ahmad Fadly memberikan semangat kepada para pemain seusai pertandingan.
Ahmad Fadly juga mengajak seluruh atlet untuk tetap bersyukur atas pencapaian yang telah diraih. Menurutnya, keberhasilan menembus partai final menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan olahraga bola basket di Tanah Datar telah berjalan dengan baik.
Ia turut mengapresiasi komposisi tim yang seluruh pemainnya merupakan putra-putri asli Tanah Datar. Hal tersebut dinilainya sebagai modal penting bagi keberlanjutan pembinaan atlet basket di daerah itu.
“Kita patut bersyukur. Pembinaan bola basket kita sudah sangat baik, dan semua atlet ini asli anak-anak Tanah Datar. Ini sudah luar biasa. Terima kasih atas perjuangan keras kalian,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ahmad Fadly berharap capaian medali perak tersebut dapat menjadi motivasi bagi para atlet dan pengurus Perbasi Tanah Datar untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan serta melahirkan atlet-atlet basket berprestasi pada masa mendatang. Ia juga berharap para atlet terus mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan mempersiapkan diri agar mampu bersaing pada berbagai kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi.
Sementara itu, pelatih tim basket putri Tanah Datar, Nanda, menerima hasil pertandingan dengan lapang dada. Ia mengakui Kota Padang tampil lebih dominan dan mampu mengendalikan jalannya pertandingan final.
“Ini adalah hasil terbaik buat tim kita hari ini. Kota Padang memang tampil sangat dominan. Namun, anak-anak tidak usah berkecil hati,” ujar Nanda.
Menurut Nanda, pertandingan final tersebut memberikan banyak pelajaran bagi timnya. Ia menilai para pemain perlu terus meningkatkan kemampuan dan konsistensi permainan agar dapat menghadapi lawan dengan lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Nanda juga menyebutkan bahwa hasil pertandingan ini akan menjadi bahan evaluasi bagi tim, terutama dalam mengurangi kesalahan sendiri, meningkatkan koordinasi antarpemain, serta memperkuat kerja sama tim di lapangan. Ia berharap para atlet tidak larut dalam kekecewaan, tetapi menjadikan pengalaman selama Porprov XVI Sumbar 2026 sebagai motivasi untuk terus berlatih dan memperbaiki kemampuan.
Dengan kerja keras, disiplin, dan semangat kebersamaan, Nanda berharap tim basket putri Tanah Datar dapat tampil lebih baik pada kompetisi berikutnya dan kembali menorehkan prestasi yang membanggakan bagi daerah.
Perolehan medali perak ini sekaligus menjadi modal berharga bagi Tanah Datar untuk melanjutkan pembinaan bola basket dengan mengandalkan potensi atlet lokal. Dukungan pemerintah daerah, KONI, Perbasi, pelatih, serta seluruh pihak terkait diharapkan dapat memperkuat pembinaan sehingga prestasi basket Tanah Datar semakin meningkat pada masa mendatang.(Mdtk)