Tanahdatar, Dua siswa MAN 2 Tanah Fadhlan Rahman dan Rafael Fadhrazy berhasil meraih First Silver Medal (Juara III) pada kategori Robot Soccer dalam ajang International World Robotic Center Competition (WRCC) 4.0 di Universiti Putra Malaysia (UPM), Malaysia, pada 10–12 Agustus 2026.
Keberhasilan siswa MAN tersebut dibenarkan Kepala MAN 2 Tanah Datar, Sabrimen
Menurutnya Kompetisi robotik internasional tersebut diikuti sekitar 1.200 peserta yang berasal dari sejumlah negara, yaitu Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Persaingan berlangsung kompetitif dengan mempertemukan peserta dari berbagai sekolah dan institusi pendidikan yang memiliki minat serta kemampuan di bidang robotika.
Keikutsertaan dalam ajang WRCC 4.0 juga menjadi salah satu wujud nyata penerapan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di MAN 2 Tanah Datar.
Melalui kegiatan robotik, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, memecahkan masalah, merancang sistem, bekerja sama dalam tim, serta menghasilkan inovasi berbasis teknologi.
Pembina Ekstrakurikuler Robotik MAN 2 Tanah Datar, Yurnalis Akbar, menyampaikan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil dari proses latihan, kerja sama tim, ketekunan, dan semangat siswa dalam mengikuti pembinaan robotik.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa kita memiliki kemampuan untuk berkompetisi dan berprestasi di tingkat internasional,” ujarnya.
Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar, H. Hendri Pani Dias mengucapkan “Selamat kepada ananda dan MAN 2 Tanah Datar. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi kita dan siswa lainnya untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ungkapnya.
Prestasi di tingkat internasional ini menjadi motivasi bagi madrasah untuk terus mengembangkan potensi siswa, khususnya dalam bidang sains, teknologi, dan inovasi.
Prestasi First Silver Medal (Juara III) Robot Soccer WRCC 4.0 menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Kementerian Agama dan MAN 2 Tanah Datar sekaligus memperkuat komitmen madrasah dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Ke depan, pembinaan robotik diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak siswa yang mampu menghasilkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.(Rel,/mdtk)