Wali Nagari Tambangan Haru, Prajurit TNI Babinsa Koramil X Koto Dan Warga Rampungkan Jembatan Gantung Pasca Bencana

Wali Nagari Tambangan Haru, Prajurit TNI Babinsa Koramil X Koto Dan Warga Rampungkan Jembatan Gantung Pasca Bencana

Tanah Datar –  Prajurit TNI Babinsa Koramil 05/X Koto bahu-membahu dengan warga Jorong Solok, Nagari Tambangan, Kecamatan X Koto, dalam menyelesaikan pembangunan jembatan gantung yang menjadi akses vital masyarakat, Senin (1/6/2026).

Jembatan gantung yang dibangun memiliki panjang 30 meter dan lebar 1,5 meter. Infrastruktur tersebut dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang rusak dan terputus akibat diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu.

Putusnya jembatan sempat menghambat mobilitas warga, aktivitas ekonomi, akses pendidikan, serta berbagai kegiatan sosial masyarakat setempat.

Pada tahap akhir pengerjaan, Babinsa bersama warga melaksanakan pemasangan kawat bronjong di sisi kanan dan kiri jembatan sebagai pengaman konstruksi.

Selain itu, dilakukan pengecatan rangka besi jembatan guna meningkatkan ketahanan bangunan sekaligus mempercantik tampilan jembatan sebelum digunakan oleh masyarakat.

Pembangunan jembatan gantung ini merupakan wujud nyata pelaksanaan arahan pemerintah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur di daerah terdampak bencana.

Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan masyarakat agar sarana dan prasarana yang menjadi urat nadi kehidupan warga dapat segera kembali berfungsi sehingga aktivitas masyarakat kembali normal.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya membantu percepatan pembangunan, tetapi juga menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Melalui kerja sama yang solid antara TNI dan masyarakat, proses pembangunan dapat berjalan lancar dan kini mendekati tahap penyelesaian.

Wali Nagari Tambangan Afrinal Datuk Talanai menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran TNI, khususnya Babinsa Koramil 05/X Koto, yang telah terlibat aktif sejak awal pembangunan hingga tahap akhir pengerjaan.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan dukungan TNI yang selalu hadir di tengah masyarakat. Berkat kerja sama antara Babinsa dan warga, pembangunan jembatan hampir selesai dan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Dengan penuh rasa haru, Wali Nagari Tambangan mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan tersebut menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi pemerintah nagari.

Menurutnya, kondisi anggaran pembangunan yang terbatas tidak menyurutkan tekad masyarakat untuk kembali memiliki akses penghubung yang layak.

“Di tengah keterbatasan dana pembangunan saat ini, kami sangat terharu melihat kepedulian Babinsa dan semangat gotong royong masyarakat.

Kehadiran TNI memberikan energi dan motivasi bagi warga untuk terus bekerja bersama. Jembatan ini bukan hanya sarana penghubung, tetapi juga simbol persatuan dan kepedulian semua pihak dalam membangun kembali kehidupan masyarakat pascabencana,” tuturnya.

Ia berharap setelah rampung, jembatan gantung tersebut dapat segera dioperasikan sehingga akses transportasi masyarakat kembali lancar, kegiatan ekonomi semakin bergairah, anak-anak dapat bersekolah dengan nyaman, dan aktivitas sosial masyarakat dapat pulih sepenuhnya.

Dengan semangat gotong royong yang diperlihatkan TNI dan masyarakat, pembangunan jembatan gantung di Jorong Solok diharapkan segera tuntas 100 persen dan menjadi simbol bangkitnya masyarakat Nagari Tambangan dalam menghadapi berbagai tantangan pascabencana.(Mdtk)