Tanah Datar — Sebanyak 300 ekor jawi ambil bagian dalam acara penutupan Alek Nagari Pacu Jawi yang digelar di Sawah Gauang, Jorong Padang Laweh Baruah, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Tarab,
Sabtu. Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri ribuan masyarakat serta wisatawan yang datang untuk menyaksikan tradisi budaya khas Minangkabau yang telah menjadi ikon Kabupaten Tanah Datar.
Prosesi Pacu Jawi diawali dengan pidato adat yang dibawakan oleh B. Datuk Tan Gadang, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Padang Laweh, bersama Datuk Rangkayo Hitam dari Labuah Atan Sungai Jambu
Dalam pidato adat tersebut disampaikan pesan-pesan adat serta ajakan kepada masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Penutupan Alek Nagari Pacu Jawi secara resmi dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanah Datar yang juga dihadiri Ketua PORWI Tanah Datar Aresno Datuk Andomo, Camat Sungai Tarab, anggota Forkopimca, Wali Nagari Padang Laweh, para niniak mamak, tokoh masyarakat, perantau, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Tanah Datar In Hendri Abbas. menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Nagari Padang Laweh, panitia pelaksana, para pemilik jawi, serta seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Pacu Jawi bukan hanya sekadar atraksi budaya dan olahraga tradisional, tetapi juga merupakan kekayaan budaya yang memiliki nilai historis, sosial, dan ekonomi yang sangat penting bagi Kabupaten Tanah Datar.
“Pacu Jawi merupakan salah satu identitas budaya masyarakat Tanah Datar yang telah dikenal luas hingga ke tingkat nasional bahkan mancanegara. Tradisi ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia juga menilai penyelenggaraan Pacu Jawi mampu menjadi daya tarik wisata unggulan yang berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil, pedagang, dan sektor jasa yang terlibat selama pelaksanaan kegiatan.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar akan terus mendukung pelestarian Pacu Jawi sebagai aset budaya dan destinasi wisata yang membanggakan.
Ketua PORWI Tanah Datar, Aresno Datuk Andomo, mengatakan bahwa Pacu Jawi merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan adat dan budaya Minangkabau kepada masyarakat luas.
Ia mengapresiasi semangat masyarakat Nagari Padang Laweh yang terus menjaga keberlangsungan tradisi Pacu Jawi di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan alek nagari ini menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan masyarakat terhadap budaya leluhur yang menjadi identitas daerah.
Aresno berharap Pacu Jawi terus mendapatkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.
Dengan pengelolaan yang baik serta promosi yang berkelanjutan, Pacu Jawi diyakini mampu menjadi daya tarik wisata budaya unggulan yang mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Selain itu, ia mengajak generasi muda untuk ikut terlibat dalam upaya pelestarian Pacu Jawi.
Wali Nagari Padang Laweh dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh panitia, niniak mamak, pemuda, pemilik jawi, serta masyarakat yang telah bekerja sama menyukseskan pelaksanaan Alek Nagari Pacu Jawi di Sawah Gauang.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil dari semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat yang masih terjaga dengan baik.
Atas nama Pemerintah Nagari Padang Laweh, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan waktu demi suksesnya alek nagari tersebut.
“Keberhasilan penyelenggaraan Pacu Jawi tahun ini merupakan bukti bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan masyarakat terhadap adat dan budaya masih sangat kuat. Kami berharap tradisi ini terus dilestarikan dan menjadi kebanggaan generasi mendatang,” ujarnya.
Wali Nagari juga berharap Pacu Jawi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana mempererat silaturahmi, melestarikan adat dan budaya Minangkabau, serta mendorong peningkatan kunjungan wisata yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat nagari. (Mdtk)