Dosen UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi di Masjid Baitul Makmur Bungo Tanjuang Ajak Jamaah Teladani Pengorbanan Nabi Ibrahim

Dosen UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi di Masjid Baitul Makmur Bungo Tanjuang Ajak Jamaah Teladani Pengorbanan Nabi Ibrahim

Tanah Datar — Dosen UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Ilham Mustafa Dt Kayo MA  menyampaikan khutbah Hari Raya Idul Adha 1447 H di Masjid Baitul Makmur Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh.

Dalam khutbahnya, Ilham Mustafa, MA mengangkat tema keteladanan Nabi Ibrahim AS sebagai sosok yang berhasil melewati berbagai ujian kehidupan.

Ia menegaskan bahwa Nabi Ibrahim tidak hanya dikenal sebagai Khalilullah atau kekasih Allah, tetapi juga sebagai figur agung yang mengajarkan keteguhan tauhid, keberanian berdakwah, kesabaran dalam keluarga, serta keikhlasan dalam berkurban.

Khatib menjelaskan perjalanan hidup Nabi Ibrahim AS, mulai dari pencarian tauhid, dakwah kepada ayahnya, keberanian menghadapi penguasa zalim, keteguhan saat dibakar hidup-hidup, hingga puncak ujian berupa perintah Allah SWT untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS.

Dalam khutbah tersebut, Ilham Mustafa juga mengaitkan makna kurban dengan kondisi masyarakat saat ini yang menghadapi berbagai ujian kehidupan, terutama tekanan ekonomi, kenaikan kebutuhan pokok, biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga. Jamaah diajak untuk tidak menjauh dari Allah ketika hidup terasa berat, melainkan semakin memperkuat iman, tawakal, dan ketaatan.

Ia menegaskan bahwa ujian ekonomi yang dirasakan masyarakat hari ini tidak sebanding dengan ujian yang dihadapi Nabi Ibrahim AS. Jika umat saat ini diuji dengan sebagian harta dan kebutuhan hidup, Nabi Ibrahim diuji dengan perintah untuk menyerahkan putra yang sangat dicintainya, Nabi Ismail AS.

Melalui khutbah tersebut, jamaah diingatkan bahwa kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga simbol kesiapan seorang hamba untuk menyembelih ego, rasa takut miskin, kesombongan, cinta dunia yang berlebihan, serta segala hal yang menghalangi kedekatan kepada Allah SWT.

Khutbah juga menegaskan kandungan QS. Al-Baqarah ayat 124 sebagai simpul keteladanan Nabi Ibrahim AS. Ayat tersebut menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim diuji oleh Allah dengan berbagai perintah dan beliau mampu menyempurnakannya. Karena itu, Allah mengangkat beliau sebagai imam bagi manusia, teladan dalam iman, ketaatan, dan pengorbanan.

Pelaksanaan Salat Idul Adha di Masjid Baitul Makmur Bungo Tanjuang berlangsung tertib, khidmat, dan penuh kekhusyukan. Melalui momentum Idul Adha ini, jamaah diajak untuk memperkuat tauhid, memperbaiki keluarga, melembutkan dakwah, menegakkan kebenaran, serta menjadikan kurban sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT.