Ratusan Jemaah  Hadiri  Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Di Islamic Centre Padang Panjang

Ratusan Jemaah Hadiri Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Di Islamic Centre Padang Panjang

PADANG PANJANG,–Ratusan Jemaah dari berbagai elemen Masyarakat hadir peringati peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang diadakan Pemko Padang Panjang  di Islamic Centre Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan nilai keimanan bagi aparatur pemerintah dan masyarakat.

Tablig akbar tersebut menghadirkan penceramah Buya Ristawardi Datuak Marajo Batungkek Ameh yang juga  dihadiri Wakil Wali Kota Allex Saputra bersama unsur Forkopimda, pimpinan OPD, ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jemaah dari berbagai elemen masyarakat.

Wawako Allex Saputra menyampaikan, peringatan Isra Mikraj bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus mengingat kembali esensi perintah salat lima waktu sebagai tiang agama.

“Isra Mikraj mengajarkan kita tentang pentingnya salat sebagai pondasi utama kehidupan. Salat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga pembentuk karakter, disiplin, dan integritas, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk menempatkan salat sebagai prioritas utama dalam aktivitas sehari-hari.

“Tinggalkan sejenak pekerjaan ketika azan berkumandang, tunaikan salat terlebih dahulu, baru kemudian kembali beraktivitas. Dari sanalah keberkahan dan ketenangan hidup akan lahir,” tambahnya.

Allex menegaskan komitmen Pemerintah Kota untuk terus menghadirkan program pembangunan yang sejalan dengan nilai-nilai keagamaan, sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan sejahtera.

“Pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan spiritual. Nilai agama harus menjadi ruh dalam setiap kebijakan dan program pemerintah,” katanya.

Wawako juga mengajak masyarakat menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi sebagai pusat aktivitas keagamaan dan sosial. “Marilah kita hidupkan masjid sebagai pusat pembinaan umat, tempat memperkuat kebajikan, persaudaraan, dan persatuan di tengah masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Buya Ristawardi dalam tausiahnya mengulas hikmah besar perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mikraj, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha.

Ia menekankan bahwa perintah salat yang diterima langsung Rasulullah SAW merupakan bukti betapa agungnya kedudukan salat dalam Islam.

“Salat adalah sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Allah SWT. Ia menjadi penopang utama keimanan dan pembeda antara orang beriman dengan yang lalai,” ungkapnya.

Buya Ristawardi juga mengajak jemaah untuk menjadikan nilai-nilai Isra Mikraj sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, dengan memperbaiki kualitas ibadah, akhlak, dan kepedulian sosial.(rel/m.akmal)