Di Balik Sepinya Pulau Belibis Solok,  Pak Asman Tetap Menjaga Harapan”

Di Balik Sepinya Pulau Belibis Solok, Pak Asman Tetap Menjaga Harapan”

Solok,—Tepi perairan Pulau Belibis, Kota Solok, Asman duduk memandangi enam sepeda air yang berjajar rapi. Tak satu pun bergerak hingga menjelang siang.

Jarum jam di tangannya menunjukkan pukul 11.30 WIB, waktu yang biasanya ramai oleh pengunjung. Namun hari itu berbeda. Meski hari libur, kawasan wisata air tersebut masih tampak sepi.

“Padahal hari ini hari libur,” ujar Pak Asman lirih sambil menatap sekitar.
Sejak tahun 1998, Pak Asman menggantungkan hidupnya di Pulau Belibis. Ia bekerja sebagai petugas K3 sekaligus mengelola usaha penyewaan sepeda air.

Dahulu, suara tawa wisatawan dan kayuhan sepeda air menjadi pemandangan sehari-hari. Kini, suasana itu berganti sunyi.

Menurunnya jumlah pengunjung sejak terjadinya bencana di Sumatera Barat berdampak langsung pada penghasilan Pak Asman. Jika sebelumnya sepeda air hampir selalu disewa, kini ada hari-hari ketika tidak satu pun pengunjung datang.

Kondisi tersebut membuat penghasilannya tidak menentu, sementara biaya perawatan wahana tetap harus dikeluarkan.

Dalam wawancara, Pak Asman juga menyampaikan bahwa kolam pemancingan di samping Pulau Belibis ikut terdampak. Ia menunjuk ke arah kolam yang tampak lengang.

“Bisa Bapak lihat sendiri, biasanya ramai pemancing. Sekarang jauh berkurang,” katanya.

Bangku-bangku di sekitar kolam kosong, aktivitas yang dulu ramai kini jarang terlihat. Hari libur yang seharusnya menjadi peluang justru berlalu tanpa keramaian.

Meski berada dalam kondisi sulit, Pak Asman tetap bertahan. Setiap hari ia menjalankan tugas menjaga keselamatan pengunjung yang datang, sembari berharap keadaan segera membaik. Baginya, Pulau Belibis bukan hanya tempat bekerja, tetapi sumber kehidupan bagi dirinya dan warga sekitar.

Kondisi yang dialami Pak Asman juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil lainnya di kawasan Pulau Belibis. Pedagang makanan, penyedia jasa permainan air, hingga pengelola parkir ikut terdampak akibat menurunnya jumlah wisatawan. Sepinya pengunjung membuat perputaran ekonomi warga melambat.

Menurut Pak Asman, perhatian dan dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar wisata Pulau Belibis kembali bangkit. Promosi wisata dan perbaikan sarana menjadi harapan masyarakat agar wisatawan kembali berkunjung.

Kisah Pak Asman menjadi potret perjuangan masyarakat kecil yang bertahan di tengah lesunya sektor pariwisata. Di balik sunyinya Pulau Belibis, Kota Solok, tersimpan harapan agar roda ekonomi kembali berputar dan kehidupan masyarakat sekitar kembali bergairah.(mdtk)