Padang Panjang — Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang memberikan penghargaan kepada dua tokoh seniman dan pegiat budaya Minangkabau, Boestanoel Arifin Adam dan Hoeriyah Adam, dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-60 Lustrum XII.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Rektor ISI Padang Panjang, Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum., dan diterima oleh keluarga masing-masing dalam acara resmi yang digelar di kampus ISI Padang Panjang.
Dr. Febri Yulika menjelaskan, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan jasa keduanya dalam bidang seni dan budaya Minangkabau. Secara khusus, Boestanoel Arifin Adam dianugerahi sebagai Tokoh Berjasa dalam Pendirian ISI Padang Panjang, karena peran dan kontribusinya yang sangat penting dalam membangun institusi pendidikan seni di Sumatera Barat
Sementara itu, Hoeriyah Adam diakui atas jasa dan dedikasinya dalam melestarikan seni tradisi Minangkabau.
Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi almarhumah Hoeriyah Adam dan Boestanoel Arifin Adam,” ujar Dr. Febri Yulika.
Penghargaan ini bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya peran seniman dan tokoh pendiri dalam membangun dan melestarikan budaya.
Keteladanan mereka diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus mengembangkan pendidikan seni yang berakar pada tradisi namun tetap relevan dengan era modern.
Sementara itu, perwakilan keluarga Dr Indra Utama, yang didampingi Muhammad Jujur menyampaikan rasa haru dan bangga atas penghargaan yang diberikan kepada Hoeriyah Adam dan Boestanoel Arifin Adam.
Mereka menilai penghargaan ini merupakan pengakuan penting atas dedikasi kedua tokoh dalam melestarikan seni dan budaya Minangkabau, serta kontribusinya bagi pendidikan seni di Sumatera Barat.
“Kami merasa terhormat dan bangga, karena jasa almarhumah Hoeriyah Adam dan Bapak Boestanoel Arifin Adam diakui secara resmi oleh institusi seni terkemuka seperti ISI Padang Panjang.
Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan budaya Minangkabau,” ujar perwakilan keluarga.
Pemberian penghargaan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-60 Lustrum XII ISI Padang Panjang. Rangkaian kegiatan tersebut diisi dengan berbagai agenda akademik dan kebudayaan, mulai dari seminar, pertunjukan seni, hingga pameran karya sivitas akademika, sekaligus menegaskan komitmen ISI Padang Panjang dalam menghargai dan melestarikan warisan seni budaya Nusantara.