Tanah Datar, – Yayasan Minang Peduli Bukittinggi mengadakan kegiatan parenting bagi orang tua murid TK ABA Lima Kaum sebagai upaya meningkatkan pemahaman tentang pola asuh anak usia dini.
Kegiatan parenting ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Aisyiyah Daerah Tanah Datar, Hj. Rusyida Rusli, M.Pd., Ketua Aisyiyah Lima Kaum, Ulfah Hanum, S.E., Kepala TK ABA Lima Kaum, Dewi, serta seluruh guru TK ABA Lima Kaum. dengan Dewi Sartika, S.Pd., CSTMI sebagai fasilitator Sabtu (12/12)
Wakil Ketua Aisyiyah Tanah Datar Hj. Rusyida Rusli menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Yayasan Minang Peduli terhadap pendidikan dan pengasuhan anak usia dini. Ia berharap kegiatan parenting dapat terus diselenggarakan karena sangat bermanfaat bagi orang tua dalam mendampingi anak.
Selain itu, Hj. Rusyida Rusli menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, orang tua, dan organisasi masyarakat dalam mendukung perkembangan anak. Ia mengajak seluruh orang tua untuk aktif terlibat dalam kegiatan pendidikan dan pengasuhan, karena peran serta mereka sangat menentukan terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Ketua Aisyiyah Lima Kaum, Ulfah Hanum, S.E., menambahkan bahwa kegiatan ini sebaiknya dilaksanakan secara berkesinambungan. Ia juga mendorong orang tua dan wali murid untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan Aisyiyah, karena melalui berorganisasi banyak manfaat yang dapat diperoleh.
Selain itu, Ulfah menyebutkan keberadaan kelompok tani Aisyiyah Lima Kaum yang diharapkan dapat mendorong pengembangan usaha ekonomi anggota dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Ulfah Hanum juga menyampaikan pesan dan harapannya agar para orang tua senantiasa membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak, mendampingi mereka dalam belajar, serta menanamkan nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab sejak dini. Ia berharap kegiatan parenting ini menjadi langkah awal untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan anak-anak yang berkarakter kuat.
Dalam sesi materinya, Dewi Sartika menekankan pentingnya peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak. Orang tua diharapkan menjadi contoh yang baik melalui sikap dan perilakunya. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi positif, memberikan pendampingan konsisten, serta menciptakan lingkungan rumah yang aman dan penuh kasih sayang.
Dewi Sartika menekankan pembatasan penggunaan handphone bagi anak usia dini. Menurutnya, anak TK perlu banyak aktivitas fisik, interaksi sosial langsung, serta stimulasi melalui bermain dan belajar bersama. Penggunaan gawai yang berlebihan dapat menghambat kemampuan komunikasi, menurunkan konsentrasi, memengaruhi emosi, dan mengurangi waktu kebersamaan antara orang tua dan anak.
Selain itu, Dewi Sartika memaparkan pentingnya mengenali karakteristik setiap anak. Ia menjelaskan bahwa setiap anak memiliki kebutuhan, minat, dan kecepatan perkembangan yang berbeda. Orang tua diharapkan mampu menyesuaikan pola asuh dan pendekatan yang tepat agar anak merasa didukung dan termotivasi untuk belajar.
Dewi juga menekankan peran stimulasi kreatif dan bermain sebagai bagian dari pendidikan anak usia dini. Ia menyarankan orang tua menyediakan kegiatan yang melibatkan motorik halus dan kasar, imajinasi, serta interaksi sosial dengan teman sebaya. Menurut Dewi, stimulasi yang seimbang akan membantu anak mengembangkan kemampuan kognitif, emosional, dan sosial secara optimal.
Kegiatan parenting berlangsung hangat dan interaktif. Para orang tua terlihat antusias mengikuti diskusi dan berbagi pengalaman terkait tantangan dalam mengasuh anak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat antara orang tua, sekolah, dan organisasi masyarakat, sehingga dapat mencetak generasi yang berkarakter, mandiri, dan Berakhlak Mulia (mdtk)