Jakarta – Solidaritas perantau Minang kembali terlihat nyata dalam acara “Malam Seribu Doa” yang digelar di Anjungan Sumatera Barat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta
Perantau Minangkabau dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan sekitarnya, bersama masyarakat umum, memadati lokasi acara untuk menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana alam di Sumatera Barat.
Acara dimulai sejak pukul 19.00 WIB hingga larut malam, dengan suasana khidmat. Doa-doa dipanjatkan bersama, berpadu dengan pertunjukan seni dan budaya Minangkabau yang sarat pesan kemanusiaan. Acara ini menjadi ruang kebersamaan bagi para perantau untuk menyatukan empati, harapan, dan ikhtiar bagi pemulihan kampung halaman.
Dalam sambutannya, Anton Rahmat Wijaya, Ketua Pelaksana “Malam Seribu Doa”, menyampaikan rasa haru dan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang mendukung terlaksananya acara. Suaranya beberapa kali bergetar saat mengenang peristiwa memilukan selama bencana di Sumatera Barat, seolah merasakan langsung derita para korban.

Ia mengakui pentingnya solidaritas dan kebersamaan dalam menghadapi musibah. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang mendukung acara, baik organisasi Minang maupun masyarakat umum, dan berharap kegiatan ini dapat menginspirasi perantau untuk terus membantu kampung halaman dengan penuh empati dan kepedulian.
Kemudian sebagai Ketua Perantau Minang Bersatu menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua organisasi Minang, antara lain IK-IK, IKM, PKDP, BAKOR, komunitas alumni, serta tokoh-tokoh Minang yang hadir. Kehadiran mereka menegaskan semangat persatuan dan gotong royong perantau Minang dalam membantu kampung halaman.
Acara juga dihadiri oleh anggota DPD RI Dapil Sumbar, Buya Jelita Donal (Ustad Jel Fatullah), yang memimpin doa dalam kegiatan seribu doa untuk Ranah Minang.
Rangkaian seni diisi lebih dari seratus penari Sanggar Tari Limpapeh, penampilan Sanggar Citra Art Studio, serta sejumlah seniman yang tampil secara sukarela. Nuansa perenungan semakin kuat dengan penampilan musisi nasional Dwiki Dharmawan bersama tim, serta penyanyi legendaris Minangkabau Alkawi dan Thalia Koto.

Dalam waktu hanya dua jam, donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp288.825.000,00. Donasi ini akan diserahkan langsung oleh relawan dan dijadwalkan berangkat menuju Sumatera Barat pada tanggal 17 Desember 2025 untuk membantu korban bencana dengan kebutuhan mendesak, seperti makanan, pakaian, dan obat-obatan.
Acara ini menegaskan semangat gotong royong, empati, dan kepedulian tinggi perantau Minang, sekaligus memperlihatkan kekuatan komunitas dalam menggerakkan bantuan nyata bagi kampung (mdtk)