Pemuka Masyarakat Nagari Sungai Tarab Usulkan Tim Kesehatan di Setiap Alek Pacu Jawi

Pemuka Masyarakat Nagari Sungai Tarab Usulkan Tim Kesehatan di Setiap Alek Pacu Jawi

Tanah Datar — Pemuka masyarakat Umar Khatib Samponon  mengusulkan kepada Bupati Tanah Datar diwakili Sekda Tanah Datar H Abdurahman Hadi untuk menempatkan Tim Kesehatan  di setiap pelaksanaan alek pacu jawi.

Usulan tersebut disampaikan secara langsung kepada Bupati yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Datar seusai penutupan alek pacu jawi Sungai Tarab  di areal sawah Banda Tangah, Jorong Koto Hiliang, Kecamatan Sungai Tarab.

Penutupan itu  dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Tanah Datar Riswandi,S.Pd,M.Pd.Dt Manti Basa  Camat Sungai Tarab, AH Miza; para Wali Nagari; serta Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) se-Kecamatan Sungai Tarab.

Menurutnya Selama ini memang belum ada terjadi insiden, tapi yang namanya kecelakaan tentu tidak bisa kita hindari. Oleh karena itu, kehadiran tim kesehatan menjadi sangat krusial sebagai antisipasi

Sebelumnya  Bupati Tanah Datar, Sekda Abdurahman Hadi  menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya alek pacu jawi tahun ini dengan lancar dan meriah.

Ia menegaskan bahwa pacu jawi bukan hanya sebagai ajang kompetisi olahraga tradisional, tetapi juga sebagai identitas budaya dan daya tarik wisata yang dapat mengangkat perekonomian lokal.

Sekda juga mengajak seluruh masyarakat dan penyelenggara untuk terus menjaga tradisi ini dengan penuh rasa tanggung jawab serta meningkatkan kualitas pelaksanaan acara agar semakin menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Selain itu, Sekda Tanah Datar juga mengingatkan perlunya pengaturan jadwal yang tepat terkait waktu dimulainya pacu jawi. Hal ini bertujuan agar wisatawan mancanegara dapat mengatur jadwal kedatangan mereka dengan baik dan menikmati langsung keunikan acara budaya ini.

Terkait  usulan penugasan tim kesehatan akan  segera ditindaklanjuti demi keselamatan bersama.

Ketua Porwi Tanah Datar, Aresno Datuk Andomo, turut menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan pelaksanaan pacu jawi. Ia menilai kegiatan ini sangat penting dalam melestarikan budaya sekaligus menjadi salah satu event olahraga tradisional yang membanggakan daerah.

alek pacu jawi sebelumnya dilaksanakan sebanyak empat kali dalam seminggu. Namun, atas permintaan masyarakat yang tinggi, frekuensi pelaksanaan ditambah menjadi lima kali dalam seminggu agar lebih banyak warga dan wisatawan dapat menikmati acara ini.

Kemudian untuk acara berikutnya akan dilaksanakan Kecamatan Pariangan namun untuk sabtu besok kita liburkan dulu dan dilanjutkan dua minggu kedepan (mdtk)