Pacu jawi Sungai Tarab Meriah Disparpora : Tradisi Ini Magnet Wisata Dunia

Pacu jawi Sungai Tarab Meriah Disparpora : Tradisi Ini Magnet Wisata Dunia

Tanah Datar – Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tanah Datar, Riswandi,S.Pd,M.Pd.Dt Manti Basa buka Even Pacu Jawi  di areal sawah Banda Tangah, Jorong Koto Hiliang, Kecamatan Sungai Tarab,

Pembukaan juga dihadiri Camat Sungai Tarab AH Miza, para Wali Nagari, serta Ketua KAN se-Kecamatan Sungai Tarab. Kehadiran tokoh-tokoh ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Tanah Datar.

Suasana pembukaan semakin meriah dengan dibawakannya nyanyian Pacu Jawi ciptaan Camat Sungai Tarab, AH Miza. Lagu ini menjadi pengiring semangat, menggugah kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya yang tela

Dalam sambutannya, Riswandi menegaskan bahwa pacu jawi merupakan tradisi budaya masyarakat Minangkabau yang telah dikenal luas hingga mancanegara. “Pacu jawi bukan hanya tontonan rakyat, tetapi juga aset budaya yang menjadi magnet pariwisata Tanah Datar. Melalui kegiatan ini kita ingin melestarikan warisan leluhur sekaligus memperkenalkan Tanah Datar ke dunia,” ujarnya.

Riswandi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar sangat mendukung keberlangsungan pacu jawi sebagai event budaya dan pariwisata unggulan daerah.

“Pemkab akan terus hadir bersama masyarakat, memberikan dukungan agar pacu jawi semakin dikenal, sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi lokal melalui UMKM, kuliner, dan pariwisata desa,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pacu jawi telah masuk dalam kalender pariwisata Tanah Datar. “Kita ingin pacu jawi bukan hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga menjadi atraksi internasional yang mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara ke Luhak Nan Tuo,” tegas Riswandi.

Ketua Panitia Pelaksana, M. Ktb Putiah, dalam laporannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat, para pemilik sapi, serta pihak pemerintah daerah yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap ke depan pacu jawi terus mendapat perhatian dan pembinaan, sehingga bisa berlangsung lebih baik setiap tahunnya.

Menariknya, kepanitiaan pacu jawi kali ini untuk pertama kalinya digabungkan antara dua wilayah, yakni dari Sungai Tarab dan Padang Laweh. Hal ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kekompakan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi turun-temurun tersebut.

Sementara itu, Ketua Porwi Tanah Datar, Aresno Datuk Andomo, memberikan apresiasi atas terlaksananya pacu jawi di Sungai Tarab ini. Ia menyebutkan bahwa tradisi ini bukan hanya menjadi tontonan budaya, melainkan juga olahraga rakyat yang sarat nilai kebersamaan.

Aresno juga mengaku bangga karena meskipun lokasi pacu jawi kali ini cukup jauh dari jalan utama, namun tetap dibanjiri oleh penonton. “Antusias masyarakat luar biasa, bahkan turis mancanegara pun ikut hadir menyaksikan. Ini bukti bahwa pacu jawi benar-benar menjadi daya tarik wisata yang mendunia,” ujarnya.

Ratusan ekor sapi dari berbagai nagari ikut ambil bagian dalam pacu jawi kali ini. Ribuan penonton yang datang dari berbagai daerah, termasuk wisatawan asing, memadati lokasi persawahan untuk menyaksikan keunikan atraksi budaya khas Luhak Nan Tuo tersebut.(mdtk)