Warga Kampung Teleng Padang Panjang Geger, Melgusnawita Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah Kontrakan

Warga Kampung Teleng Padang Panjang Geger, Melgusnawita Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah Kontrakan

Padang Panjang — Warga Kampung Teleng, RT/011, Kel. Kampung Manggis, Kec. Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang. dikejutkan dengan penemuan mayat perempuan dalam kondisi tergantung di rumah kontrakannya

Korban diketahui bernama Melgusnawita (39) dan pekerjaan sehari hari buruh harian lepas dan kronologis  hari Selasa tanggal 15 Juli 2025 sekira pukul 11.00 WIB saksi FITRI (orang tua korban) datang kerumah kontrakan korban  untuk melihat kondisi korban

Karena sehari sebelumnya mengeluhkan badan sakit dan menggigil, sesampainya dikontrakan saksi tidak menemukan keberadaan korban, selanjutnya saksi menemui Buk RT a.n RITA ARIANTI serta saksi LIGA untuk meminta tolong mencarikan korban dan masuk kembali kedalam rumah kontrakan,

Para saksi mendapati pintu dapur yang terkunci dari dalam, kemudian saksi LIGA mendobrak pintu dapur dan didapatkan Posisi korban saat ditemukan dalam keadaan tergantung yang mana leher terikat dengan kain sepanjang lebih kurang 2 (dua) meter dan sudah tidak sadarkan diri dan periksa sudah tidak bernafas.

Sekira pukul 11.15 WIB Jajaran Personil gabungan piket fungsi Polres Padang Panjang dan Polsek Padang Panjang serta Tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Padang Panjang dan BPBD Kota Padang Panjang tiba dilokasi untuk melakukan Olah TKP,

Identifikasi dan Visum luar dan selanjutnya korban dibawa ke RSUD Padang Panjang untuk dilakukan pemeriksaan medis dan petugas medis menyatakan korban sudah Meninggal Dunia ( MD ).

Kapolres Padang Panjang, AKBP Kartyana S.H., S.I.K., membenarkan peristiwa tersebut. “Benar, korban ditemukan dalam keadaan tergantung di dalam rumahnya. Dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban.

Kami juga mendapat informasi bahwa korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sebelumnya pernah menjalani pengobatan,” jelas Kapolres.

Atas Kejadian tersebut pihak kelurarga menolak untuk dilakukan Autopsi terharap korban dengan membuat surat pernyatakaan penolakan autopsi terhadap korban.

Menurut keterangan dari orang tua Korban bahwa korban mengalami Penyakit gangguan kejiwaan terkadang emosional dan sedih beberapa tahun belakangan dan sehari sebelum kejadian mengalami sakit badan menggigil tidak enak badan

Warga sekitar mengaku sangat terkejut dan prihatin atas kejadian tersebut. Korban dikenal sebagai sosok yang pendiam dan jarang bersosialisasi.

“Dia tinggal sendiri, tertutup orangnya. Kami tak menyangka akan seperti ini akhirnya,” ujar Yuli (43), salah seorang tetangga.

Kejadian ini mengundang keprihatinan warga. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama jika ada warga yang tinggal sendiri dan menunjukkan perubahan perilaku mencurigakan.( rel/m.akmal)