Pj Wali Kota Padang Panjang Mengakui  Partisipas  Berapa Kelurahan Mengikuti Pos Yandu Rendah

Pj Wali Kota Padang Panjang Mengakui Partisipas Berapa Kelurahan Mengikuti Pos Yandu Rendah

PADANG PANJANG, –Pj Wali Kota Padang Panjang Sonny Buka kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting  Oleh Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPKBPPPA), di Hall Lantai III Balai Kota, Selasa (21/5/2024).

Kegiatan diikuti kepala OPD, camat, lurah, Tim Pendamping Keluarga dan pihak lainnya.

Pj Wali Kota menyebutkan Sementara itu berdasarkan  data pada aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) angka prevalensi stunting di Kota Padang Panjang pada Desember 2023 sebesar 15,49%, sedangkan pada April 2024 sebesar 12,83%.

Sementara itu berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 angka prevalensi stunting Kota Padang Panjang mencapai 15,8%. Sedangkan target penurunan di Kota Padang Panjang pada 2024 ini yaitu sebesar 1,8%.

Perbedaan data e-PPGBM dan SKI ini, untuk e-PPGBM merupakan data dari penimbangan yang dilakukan kader posyandu setiap bulannya, lalu diinputkan ke aplikasi ini.

“Sedangkan SKI merupakan hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan setiap tahunnya,” jelas Kepala Dinas Kesehatan, dr. Faizah kepada Kominfo.

Kegiatan Audit Kasus Stunting yang diselenggarakan sangat penting untuk mengetahui faktor penyebab risiko dan kasus stunting.

“Prinsip penanggulangan dan pencegahan stunting ini sangat penting. Beberapa hal yang harus ditekankan yaitu data yang akurat, analisis penyebab yang tajam, kerja sama dan sinergi semua pihak terkait, konsentrasi, fokus, tekad dan semangat yang terus menerus,” dan , ada beberapa kelurahan yang memiliki partisipasi dalam mengikuti posyandu masih rendah.

“Ini menjadi tanggung jawab kita semua termasuk kelurahan, kader posyandu bagaimana bisa memotivasi ibu-ibu mengikuti posyandu ini untuk menekan angka stunting di Padang Panjang,”

Sekretaris Perwakilan BKKBN Sumbar, Nova Deswita, S.E menjelaskan, kegiatan audit ini membantu untuk menyelesaikan permasalahan stunting baik di kecamatan, kelurahan bahkan individu dengan menampilkan permasalahan yang terjadi.

“Juga untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas Tim Pendamping Keluarga dan Tim Gizi Puskesmas dalam menerapkan ilmu dan rekomendasi Tim Pakar. Sehingga seluruh permasalahan yang dihadapi bisa ditindaklanjuti berdasarkan potensi SDM yang ada,”

Dirinya berharap kepada seluruh elemen yang bertanggung jawab dalam pembangunan keluarga hendaknya menyamakan persepsi, membangun komitmen kembali untuk mencari solusi yang terbaik untuk Padang Panjang.

Beberapa tim pakar yang dihadirkan pada Diseminasi Audit Kasus Stunting ini, di antaranya dr. Yunira Yunirman, Sp.A, Hilderia Holoho, S.ST, R.D, R.R Sri Nurhayatini (Psikolog), dr. Ardiswan, Sp.OG.(m.akmal)