Tanah Datar,— Pengurus LKAAM dan Bundo Kanduang Sawahlunto Beserta Rombongan
Lakukan studi banding ke LKAAM Kabupaten Tanah Datar
Kedatangan rombongan LKAAM dan Bundo Kandung Sawahlunto disambut dengan tari gelombang dan sirih Carano di muka Kantor LKAAM tanah Datar dan juga dihadiri Bupati Tanah Datar diwakili Staf Ahli Bupati Tanah Datar Erizanur Sekretaris Dinas Pendidikan Drs In Hendri Abbas, Sekretaris Dinas Kominfo Tanah Datar Lovely Arman serta pengurus LKAAM Tanah Datar dan pengurus Bundo Kanduang
Ketua LKAAM Sawahlunto Ir. H. Dahler Djamaris Dt Pangulu Sati, M.Sc menyampaikan terima kasih kepada Bupati Tanah Datar bersama LKAAM dan Bundo Kandung Tanah Datar yang telah menerima kunjungan mereka yang sangat luar biasa dalam rangka studi komparatif, sekaligus bersilaturahmi dan berdiskusi saling berbagi ilmu serta wawasan dengan LKAAM, dan Bundo Kanduang xanah Datar
Bupati Tanah Datar diwakili Staf Ahli Bupati Tanah Datar Erizanur mengucapkan selamat datang kepada LKAAM Dan Bundo Kandung Sawahlunto dan kabupaten tanah datar biasa juga dijuluki dengan “luak nan tuo “di minangkabau. Arti dari “luak nan tuo“ yaitu daerah inti atau daerah asal (awal mula) tempat berasalnya seluruh suku/etnis dan budaya minangkabau.
Kemudian, sering pula orang bertanya kepada saya. Kenapa daerah ini bernama kabupaten tanah datar. Padahal, kalau dilihat dari segi geografi dan topografinya daerah ini terletak di pinggang atau di lereng gunung merapi. Jarang sekali atau tidak ada ditemui tanah yang datar. Sebenarnya nama asli dari kabupaten ini berasal dari “luak tanah data“. Arti dari kata “luak“ di minangkabau adalah kurang/jarang atau tidak ada. Jadi arti “luak tanah data“ adalah daerah yang jarang atau kurang sekali ditemui tanah yang datar.
Kabupaten tanah datar memiliki ikon kebanggaan istana besar kerajaan pagaruyung atau lebih dikenal istano basa pagaruyung
Kemudian Sebagai bentuk perhatian pemerintah kabupaten tanah datar, kami menaruh perhatian yang besar terhadap adat dan budaya serta keagamaan dikabupaten tanah datar.
Sebagai bukti kongkritnya kita telah memasukkan kedalam program unggulan kita yang tertuang dalam perda rpjmd 2021-2026 yaitu peningkatan biaya operasional kan, lkaam, bundo kanduang dan organisasi keagamaan.
Kami berharap, semoga acara/pertemuan yang sangat penting ini menjadi momentum yang sangat penting dalam hubungan kedua daerah ini. Karena sebenarnya menurut sejarah kedua daerah ini adalah merupakan satu kesatuan budaya.
Tujuannya tidak lain adalah demi kemajuan dan kesejahteraan minangkabau (sumatera barat) dan kota sawahlunto kedepan, khususnya kabupaten tanah datar luak nan tuo.

Sementara itu Ketua LKAAM Tanah Datar Aresno Datuk Andomo dalam pertemuan tersebut juga menyebutkan dukungan bupati Tanah Datar terhadap LKAAM sangat besar karena melalui dukungan itulah berbagai program bisa kita laksanakan dengan baik dan melalui peran itulah kita bisa menjaga dan mempertahankan adat dan budaya kita dan salah satu diantara melalui progul even satu Nagari
Sedangkan Sekretaris LKAAM Tanah Datar R Datuk Rajo Manso ikut memaparkan “barih balabeh “adat minangkabau dikatakan bahwa kota sawahlunto adalah termasuk bagian tak terpisahkan dari minangkabau, yang dalam istilah adat disebut dengan daerah “sambilan koto dibawah, tujuah koto diateh dan juga menerangkan sejarah Lubuk nan Tigo di Alam Minang Kabau (mdtk)