Sawahlunto,–Sebanyak 490 orang peserta Sekolah Istri Teladan Sawahlunto (SILO) Tahun 2023 diwisuda dan diberikan sertifikat, di Aula BDTBT Sungai Durian.
Prosesi Wisuda tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy disamping OPD Terkait dilingkungan pemko Sawahlunto
Wali Kota Sawahlunto Deri Asta menjelaskan program SILO termasuk salah satu program inovasi Pemko Sawahlunto dalam komitmen mendukung peningkatan daya tahan keluarga dan komitmen peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Istri atau kaum ibu memegang peran kunci dalam ketahanan keluarga dan membentuk SDM yang sehat dan kuat. Maka itu kita laksanakan berbagai program, termasuk SILO ini yang berfungsi untuk memperkuat ilmu dan keterampilan serta kebijaksanaan para istri atau ibu,”
SILO ini ada sinergi antara Pemko dengan Pemerintah Desa, dimana Pemko Sawahlunto memfasilitasi untuk menyiapkan motivator dan materi pembelajaran kemudian Pemerintah Desa menyiapkan peserta, transportasi dan lokasi serta fasilitas pendukung lainnya.
“Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu dalam mendampingi suami dengan baik, menjaga dan mengelola rumah tangga, sampai mengasuh dan merawat anak-anak, itu akan berdampak besar terhadap lingkungan, sampai kemudian pada kota Sawahlunto dan bangsa Indonesia. Jadi ini pekerjaan besar yang di kemudian hari akan berdampak luas,
Wakil Gubernur Sumbar AudyAudy Joinaldy memuji program SILO karena telah melaksanakan program yang visioner, program yang manfaatnya tidak hanya pada masa sekarang namun banyak untuk masa depan. Merawat kaum ibu di masa sekarang sama artinya dengan merawat masa depan kota, bangsa dan negara,”
Menurut Audy, program SILO secara tidak langsung juga berdampak menurunkan prevalensi stunting dimana sekarang Sawahlunto telah mampu menjadi daerah dengan angka stunting paling rendah di Sumatera Barat.
“Jadi kalau ibu-ibu ini sudah kita perhatian sudah kita dukung maka akan banyak sektor yang menjadi lebih baik, seperti sektor kesehatan, pendidikan, sosial, dan lain-lain. Jadi kebijakan memperhatikan dan mendukung ibu adalah kebijakan yang tepat yang akan berdampak besar sampai pada masa depan,”
Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Sawahlunto Ny. Neldaswenti Zohirin menyebut pendidikan yang diselenggarakan dalam SILO berbentuk kelas yang dilaksanakan sebanyak 15 kali pertemuan.
“Pesertanya di setiap desa rata-rata ada 15 orang, dengan dibimbing oleh satu atau dua orang motivator yang disediakan Pemko Sawahlunto dan satu orang pendamping/fasilitator dari pemerintah desa atau kelurahan setempat,”
Peserta mengikuti kelas SILO dengan gratis, bahkan setelah diwisuda akan dibayarkan penggantian uang transportasi.
“Ada setidaknya tiga peran istri yang ingin ditingkatkan dari belajar di SILO ini, yaitu ; peran istri sebagai pendamping suami dan pengambil keputusan bersama dalam keluarga, peran domestik istri dalam pengasuhan anak berkualitas dan peran istri untuk bisa aktif di lingkungan atau kegiatan masyarakat,
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosPMDPPA) Kota Sawahlunto Efriyanto mengatakan peserta SILO yang diwisuda pada tahun ini yaitu sebanyak 490 orang.(ML)