Tanah Datar,—Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian minta seluruh ninik mamak dan tokoh masyarakat untuk tetap melestarikan adat dan budaya dengan “Babaliak Kasurau”.
Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian saat bersilaturahmi dengan Tokoh masyarakat Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, di aula kantor wali nagari dan juga dihadiri oleh anggota DPRD Tanah Datar Dedi Irawan, Camat X Koto Adiawarman dan Wali Nagari Pandai Sikek Harmen serta puluhan tokoh masyarakat setempat.
Wakil Bupati Richi Aprian menyebutkan Pemerintah daerah butuh dukungan dari masyarakat khususnya tali tigo sapilin (niniak mamak, alim ulama dan cadiak pandai) dalam menghadapi masalah kenakalan remaja sebagai generasi masa depan.
“Berbagai persoalan kenakalan remaja, pergaulan bebas itu membutuhkan perhatian khusus dari semua pihak mulai dari lingkungan keluarga, kaum dan pemerintah, untuk itu mari kita bersinergi dengan menggerakkan kembali Babaliak Ka surau,” sampai Wabup.
Wabup juga ingatkan, dalam waktu dekat akan ada malam pergantian tahun, kepada orang tua diminta agar jangan mengizinkan remaja putri keluar rumah karena itu salah satu pintu penyebab timbulnya pergaulan bebas diantara remaja. Untuk mencegah hal tersebut juga di butuhkan peran dari niniak mamak untuk melarang anak kemenakan, apalagi khusus di kecamatan X Koto banyak remaja yang akan melakukan pendakian ke Gunung Marapi maupun Gunung Singgalang dari dalam daerah bahkan luar Tanah Datar untuk mengawasi hal yang tidak diinginkan, pesan wabup.
Anggota DPRD Tanah Datar Dedi Irawan. Dia mengajak semua pihak untuk bersinergi menjaga anak kemenakan dari perbuatan negatif. “Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan kembali babaliak kasurau, seperti zaman dulu, disitu peran masing-masing lembaga akan berfungsi,”
Selain persoalan itu, para tokoh masyarakat setempat juga mengharapkan untuk mengembalikan pelajaran budaya alam minangkabau (BAM) di sekolah dalam rangka melestarikan adat dan budaya kepada generasi masa depan.(mdtk)